logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 9 April 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Mengaku Ditepuk, Uang Rp 18,6 Juta Raib

GROBOGAN - Ny Sufiyah, penduduk Kuwaron Gubug, Kabupaten Grobogan kemarin menangis dan tampak lemas di depan Kantor BRI Cabang Jl KS Tubun Purwodadi. Sebab uang usaha peningkatan pendapatan keluarga (UPPKS) sebesar Rp 18,6 juta yang dikumpulkan dari 15 orang anggota UPPKS di Desa Kuwaron raib. Tidak diketahui dimana hilangnya. Diduga kuat uang itu hilang dalam perjalanan dari Gubug ke Purwodadi.

''Memang ketika di bus saya seperti di tepuk punggung saya oleh orang yang tak dikenal. Setelah itu saya terlena. Diduga karena tepukan itulah uang program peningkatan kesejahteraan tersebut hilang,'' kata korban sembari menangis.

Dari Gubug, perempuan itu mengaku naik bus PO Usaha Jaya yang tak diketahui nomor pelatnya. Ia lalu turun di Lejok Purwodadi ganti naik angkutan kota (angkota) menuju BRI cabang di Jl KS Tubun Purwodadi. Namun ketika uang yang dibawa itu akan disetorkan ke kasir, tiba-tiba tidak didapati di dalam tasnya. Dia pun terkejut dan lemas.

''Lo uang saya tidak ada, ini gimana,'' katanya gemetaran. Dia mengaku uang itu ditaruh di dalam tas dalam keadaan tertutup. Namun tasnya diketahui rusak seperti tersayat senjata tajam. Sebelum dimasukkan ke dalam tas, uang milik kelompok UPPKS itu dibungkus rapat dengan kertas koran. Dia yakin uang tersebut hilang di bus, bukan di angkota. Namun anehnya uang tadi diketahui hilang setelah sampai di kantor BRI.

Beberapa orang yang mengerubuti perempuan itu menyarankan supaya kasusnya segera dilaporkan polisi. Sehingga pihak berwajib dapat secepatnya mengadakan pengejaran terhadap pelaku di bus PO Usaha Jaya. Namun diduga karena bingung, dia tak segera beranjak ke kantor polisi. Padahal jarak BRI dengan kantor polisi hanya beberapa meter. Justru kasusnya dilaporkan ke pihak yang berwajib beberapa jam setelah kejadian. Hal itu menyebabkan polisi kesulitan melacak bus yang ditumpangi, sebab bus tersebut sudah kembali ke Semarang.

Di hadapan polisi korban mengaku uang itu memang dari hasil angsuran bantuan UPPKS di Desa Kuwaron Kecamatan Gubug. Namun pihak BKKBN selaku pembina program menyatakan, uang tersebut tidak dari angsuran UPPKS. Sebab angsuran dari program itu cukup ke desa atau kelompok. Itu pun jumlah di bawah Rp 10 juta.

Menurut petugas BKKBN, uang untuk peningkatan keluarga sejahtera itu disebut kredit pengembangan kemitraan usaha (KPKU). Uang tersebut memang harus dikembalikan ke BRI cabang, sebab akad kreditnya lewat bank itu. Diduga uang yang dibawa Ny Sufiyah tersebut adalah kredit kemitraan, bukan UPPKS.

Kemarin tim Serse diluncurkan ke Desa Kuwaron Kecamatan Gubug guna mempelajari latar belakang korban dan sekaligus mengadakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sebab rusaknya tas yang dibawa korban dinilai meragukan karena seperti bekas robekan lama. Kapolres Grobogan AKBP Drs Suko Rahardjo melalui Kasat Serse AKP M Kietong membenarkan hal itu. Kini laporan korban masih diusut polisi. (A23)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA