
| Rabu, 9 April 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Ada Tujuh Kasus Korupsi Sedang DisidikAMBARAWA-Akhir tahun lalu sejumlah pejabat di Bumi Serasi merasa ''gerah'' atas hasil temuan LSM yang menyebutkan daerah ini merupakan lahan ''subur'' korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Apalagi, kabupaten ini dinyatakan menduduki peringkat kedua setelah Kota Semarang. Namun, tidak demikian dengan jajaran yudikatif, khususnya Kejaksaan Ambarawa yang memiliki wilayah hukum di seluruh Kabupaten Semarang. Lembaga yang mengemban penegakan hukum dan mencari keadilan ini mendapat predikat nomor satu dalam pengungkapan kasus korupsi di Jawa Tengah. Lima Kajari tahun lalu ditetapkan sebagai yang berprestasi dalam mengungkap perkara korupsi, masing-masing Kajari Ambarawa (Kabupaten Semarang), Surakarta, Magelang, Mungkid dan Slawi. Setelah bertahun-tahun, tak menunjukkan prestasi, baru 2002 lalu Kejari Ambarawa menjadi juara mengungkap korupsi. Kepercayaan Tumbuh Dengan prestasi yang diraih Kejari Ambarawa ini, masyarakat mulai lega dan kepercayaan mulai tumbuh saat kasus korupsi digelar di pengadilan. Mulai dari lanjutan P3KT, KUT, proyek penerangan jalan, dan dalam waktu dekat proyek air bersih yang didanai melalui Direktorat Dana Investasi (DDI) yang mencapai Rp 5 miliar. Berapa jumlah uang yang berhasil diselamatkan Kajari ? Pria yang dikenal taat beribadah ini, tak mau menyebutkan angkanya. ''Nanti dikira saya menyombongkan hasil kerja, padahal yang kerja anak buah saya,'' katanya merendah. Namun dari stafnya disebutkan sedikitnya Rp 3 miliar uang negara berhasil diselamatkan. Sedangkan jumlah kasus korupsi yang diungkap dalam setahun ada lima yang sudah dalam proses pengadilan, tujuh lainnya kini dalam proses pemberkasan dan penyidikan. Amin dalam catatan kariernya di Kejakgung memang tercatat sebagai jaksa ''spesialis'' mengungkap korupsi.Dia pernah mengungkap kasus penyelundupan barang elektronik dari delapan kapal. Bahkan kasus yang sangat spektakuler, dia berani menyeret salah seorang pimpinan daerah ke pengadilan karena korupsi dengan cara menggelembungkan harga tanah untuk pabrik semen di Jawa Timur. Untuk kasus ini, dia keberatan untuk diungkap secara detail. ''Saya titip ini jangan dibuat detail, tidak enak saya , ini berkait masa lalu,'' katanya berulang-ulang. Sikap tegas dan profesional juga diturunkan pada sejumlah kasi dan stafnya. Dia mengaku sikapnya banyak ditempa oleh mantan Jaksa Agung almarhum Baharuddin Lopa. (C17-76) |