logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 9 April 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Tim Seleksi KPU Akan Bekerja Objektif

TUGAS memilih calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten, yang dibebankan tim seleksi cukup berat. Tim harus mampu melahirkan keinginan dan harapan masyarakat, tanpa harus menerjang rambu aturan sebagaimana digariskan Keputusan KPU Nomor 68 Tahun 2003 tentang tata cara pemilihan anggota KPU provinsi dan kabupaten.

Untuk Kabupaten Brebes tugas tersebut kini berada di pundak lima tokoh yang mewakili berbagai komponen masyarakat. Masing-masing Ketua H Drs Adijanto (mewakili tokoh masyarakat), Wakil Drs H Moch Ramdhon (wakil pemerintah), Drs Sanusi (akademisi), Rustamadji BA (organisasi profesi) dan Gunung Indrajat (ormas). Serta sekretaris Rismono Prawiro R SH (Sekretaris) tidak merangkap anggota.

Dari sekian tahapan rekruitmen calon anggota KPU, tim Senin (7/4) lalu berhasil menyebar formulir pendaftaran kepada 129 orang. Yang berminat ternyata muncul dari berbagai elemen masyarakat. Ada mantan birokrat, tokoh masyarakat, organisasi, pemuda, LSM, pendidik, wartawan, dan mantan pengurus partai.

Begitu banyak peminat yang ingin masuk anggota KPU, sedang yang dibutuhkan cuma lima orang, apa yang akan dilakukan tim seleksi ? ''Saya akan bekerja semaksimal mungkin dan seobjektif mungkin,'' papar Ketua Tim Seleksi Drs H Adijanto, kemarin.

Mantan Asisten I Sekda itu mengatakan, sorotan terhadap tugas tim seleksi menjelang seleksi ini sangat kuat. Karena itu, dia tak bisa main-main menentukan siapa yang mampu dan pantas menjadi calon anggota KPU.

Aturan Baku

Apa yang dipakai untuk standar penilaian tim ? Menurut Adijanto, selain menggunakan aturan baku dari KPU pusat dan fit and propertest, akan dilakukan se-transparan mungkin. Artinya, tenggang waktu masyarakat memberikan aspirasi tentang calon anggota akan ditampung dan diteliti sebaik mungkin.

''Setiap masukan dari masyarakat tentang calon akan kita lihat ke lapangan. Apakah itu benar atau suatu fitnah, sehingga tidak merugikan calon,'' paparnya.

Hingga kini bentuk daftar pertanyataan untuk fit and propertes dari KPU pusat belum ada. Namun demikian, tim sudah menyiapkan berbagai kemungkinan keterlambatan datangnya daftar pertanyaan tersebut. Dengan demikian, diharapkan jadwal tim nanti akan sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.

Ada pihak yang kurang yakin dengan tugas tim, karena didominasi mantan birokrat ? Adijanto mengatakan, boleh saja orang curiga terhadap tim, namun demikian dia tak akan mempertaruhkan amanat yang dibebankan untuk kepentingan tertentu. Sebab, dia sadar amanat ini demi kepentingan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga sangat tidak mungkin diselewengkan.

Dia berharap dalam masa penjaringan calon ini muncul aspirasi sebanyak-banyaknya. Yang tak setuju dengan calon A misalnya, sampaikan saja dengan alasan dan pertimbangan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sebaliknya yang mendukung juga harus fair menyampaikan kelebihan dan kekurangan. Pendek kata, dia tidak akan pandang bulu.

Meski bekas pejabat sekali pun, kalau jelek ya tidak dipakai. Dengan begitu, nama-nama yang muncul nanti sesuai harapan masyarakat. (wh-20)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA