logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 1 April 2003 Berita Utama  
Line

Direncanakan, Lanudal Juanda Pindah ke Sumenep

SURABAYA- Mengingat perkembangan pesat Bandara Juanda Surabaya, Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) di kawasan Juanda direncanakan pindah ke Sumenep, Madura. Namun, rencana itu belum diputuskan secara resmi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Bernard Kent Sondakh kepada wartawan di Surabaya, Senin (31/3) menyatakan bukan perkara mudah memindahkan lokasi Lanudal dari satu tempat ke tempat lain. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, selain menyangkut kemampuan anggaran untuk pembangunan Lanudal baru, juga aspek geografi dan topografi lokasi baru apakah memenuhi standar kelayakan dari sisi perhitungan kepentingan militer atau tidak.

"Jadi, pemindahan Lanudal Juanda ke Sumenep, Madura itu masih sebatas wacana, belum jadi keputusan resmi," ujar KSAL.

Orang pertama di TNI-AL itu hadir di Surabaya sebagai inspektur upacara serah terima jabatan Pangarmatim dari Laksda I Wayan Rampe Argawa kepada Laksda Slamet Soebijanto. "Pemindahan itu untuk sekarang sebatas wacana," jelasnya.

Berdasarkan pertemuan Gubernur Jatim Imam Utomo dengan Komisi IV DPR RI, Sabtu (29/3) lalu, terlontar

pemikiran bahwa pengembangan Bandara Udara Juanda pada masa depan menuntut ketersediaan lahan yang memadai. Salah satu alternatifnya, memindahkan Lanudal yang selama ini menyatu dengan Bandara Udara Juanda ke Bandara Perintis Trunojoyo di Sumenep, Madura.

Dalam pandangan KSAL, memindahkan Lanudal ke lapangan perintis di Sumenep harus dipikirkan untung dan ruginya. Bila pemindahan itu menguntungkan bangsa dari sisi ekonomi dan aspek lain, maka pihaknya tak akan mempersoalkan. Selain itu, lanjutnya, perlu pembicaraan intensif yang melibatkan banyak lembaga mengingat memindahkan lapangan terbang militer tak semudah memindahkan lapangan terbang sipil.

"Kita harus melihat wilayahnya (lokasi baru) lebih dulu. Apa benar ada lokasi yang memenuhi persyaratan atau tidak? Sebab, untuk memindahkan lapangan militer tak semudah yang dibayangkan," papar mantan Komandan Kolinlamil ini.

Selain itu, sambungnya, selama ini keberadaan Lanudal tak sekadar untuk kepentingan TNI-AL tapi juga TNI-AU. "Tak gampang, jangan asal ngomong, mereka harus tahu juga kondisi yang ada di daerah tersebut memungkinkan apa tidak."

Sementara itu pada Sabtu (29/3), beberapa anggota Komisi IV DPR RI di bawah pimpinan Erman Suparno bertemu dengan Gubernur Imam Utomo. Agendanya, pembicaraan tentang pengembangan Bandara Udara Juanda. Bandara komersial di Surabaya itu sekarang mendapat pinjaman lunak Rp 2,2 triliun dari Jepang.

Senada dengan KSAL, Erman menyatakan usulan pemindahan Lanudal ke Sumenep Madura masih sebatas wacana. Namun, kalangan DPR RI berpendapat, Bandara Perintis Trunojoyo di Sumenep merupakan salah satu alternatif lokasi bila Lanudal dipindahkan. "Sudah saatnya Bandara Juanda dipisahkan dengan Lanudal," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Angkasa Pura I Juanda, Bambang Utomo memaparkan, "Lanudal memiliki banyak program penerbangan, termasuk pelatihan pilot-pilot baru yang terkadang jadwalnya sangat ketat. Kami setuju bila Lanudal dipisahkan dengan Bandara Juanda."(G14, jo-60j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA