| INDEKS BERITA HARI INI | Senin, 24 Maret 2003 |
|
Disiapkan Rp 250 Miliar bagi Industri Tekstil
SEMARANG-Pemerintah mengalokasikan kredit lunak senilai Rp 250 miliar untuk membantu pedagang eks Pasar Tanah Abang dan industri kecil menengah tekstil di sentra produksi Pekalongan. |
Pemerintah Terbitkan Obligasi Rp 2,7 Triliun
JAKARTA-Pada pekan pertama atau kedua April 2003 pemerintah akan menerbitkan surat utang negara atau obligasi senilai Rp 2 triliun-Rp 2,7 triliun. Demikian kata Menteri Keuangan Boediono, akhir pekan lalu. |
|
| Analisis Pasar Modal Perang dan Harga Saham KENYATAAN menunjukkan perang AS-Irak benar-benar terjadi. Untuk sementara hampir semua bursa saham di dunia mengalami kenaikan indeks harga saham meskipun variasi kenaikannya berbeda-beda. |
Target Ekspor Belum Berubah
JAKARTA-Meski pecah perang di kawasan Teluk akibat serangan AS dan sekutunya ke Irak, tetapi dampak langsungnya terhadap ekspor Indonesia belum terlihat. Target ekspor 2003 juga belum berubah. Demikian penegasan Menperindag Rini Soewandi, akhir pekan lalu. |
|
|
KSU Nasari Menggarap Kalangan Pensiunan
SEMARANG-Koperasi Serbausaha (KSU) Nasari memperluas jaringan usahanya dengan fokus pemberian kredit kepada nasabah pensiunan pegawai negeri sipil dan TNI/Polri. Itu dilakukan menyusul pencabutan SK Menkeu No 975/MK/1/7/1976 |
Cadangan Devisa Justru Lebih Baik
JAKARTA-Meski terjadi krisis di Irak akibat diserang pasukan koalisi AS, posisi cadangan devisa Indonesia saat ini justru lebih baik. Itu terjadi karena semua sudah diantisipasi, termasuk APBN 2003. Demikian kata Menteri Keuangan Boediono usai membuka seminar, pekan lalu. |
|
|
Perusahaan Tidak Bisa Kirim Barang
SEMARANG-Perang Irak-AS yang belum diketahui kapan akan berakhir telah menggoyang dunia usaha di Indonesia. Banyak perusahaan yang tidak bisa mengirim barang, meskipun sudah menerima Letter of Credit (LC) dari pembeli di luar negeri. |
Biaya Transportasi dan Asuransi Naik
SALATIGA-Serangan pasukan koalisi AS ke Irak hingga kini belum berpengaruh secara signifikan terhadap produk-produk ekspor dari Jateng ke negara-negara Timur Tengah. Namun, perang itu menyebabkan biaya transportasi dan asuransi naik dua kali lipat. |
|
|
Panen tetapi Tak Ada Petani Gembira
SOLO-Para petani di Kabupaten Sukoharjo beberapa pekan terakhir sibuk panen padi. Namun panen raya itu tidak membuat mereka gembira. Para petani mengeluh karena harga gabah jatuh terlampau jauh dari patokan yang ditetapkan pemerintah. |
Kuku Bima TL Plus Tribulus Diluncurkan
YOGYAKARTA-Meski zaman makin maju dan modern, jamu tradisional tetap mendapat tempat di masyarakat. Apalagi industri jamu selalu mengembangkan kualitasnya sebagaimana yang dilakukan PT Jamu Sido Muncul. |
|
|
Meningkat, Penjualan Keramik di Bali Swalayan
SEMARANG-Meski pameran keramik banyak digelar di Semarang, namun tidak berpengaruh terhadap penjualan keramik di Swalayan Bali Jalan Gajahmada. Bahkan, satu-satunya swalayan yang memberi ruang khusus secara tetap untuk memajang keramik cina terus mendatangkan stok baru. |
PPPI Jateng Pelopori Pendidikan Periklanan
SEMARANG-Era perdagangan bebas ASEAN (AFTA) tidak membuat gentar insan periklanan Jateng. Mengantisipasi hal itu, para praktisi periklanan provinsi ini yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) akan menyelenggarakan pendidikan periklanan bagi manajemen puncak perusahaan periklanan. |
|
|
Pabrik Gula Dimaksimalkan
JAKARTA-Kabar baik bagi petani gula. Pemerintah berencana memaksimalkan produksi pabrik gula dari satu bulan menjadi satu tahun penuh dengan konsekuensi memaksimalkan tanaman tebu. Berbarengan dengan itu diusulkan tahun depan impor gula mentah atau raw sugar dibatasi. |
Subsidi UKM Bisa Tertunda
SEMARANG-Pencairan dana bantuan subsidi bahan bakar minyak (BBM) 2003 sebesar Rp 135 miliar untuk pengembangan usaha koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) terancam tertunda realisasinya, menyusul terjadinya serangan Amerika Serikat (AS) ke Irak, kemarin. |
|
|
Perlu Langkah Konkret untuk Gerakkan Pasar Domestik
JAKARTA-Untuk mengantisipasi akibat perang di Irak, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menggerakkan pasar domestik. Langkah itu perlu dilakukan agar industri manufakturing dan pertanian dapat bertahan karena ketersediaan pasar baru. |
||