logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Sala  
Line

Sundep Mengganas, Petani Gigit Jari

SUKOHARJO- Kekhawatiran para petani di Kecamatan Gatak Sukoharjo bakal gagal panen menjadi kenyataan. Puluhan hektare padi berusia sebulan hingga dua bulan layu dan mati, karena serangan hama sundep.

Dari pantauan di lokasi, tanaman padi sudah tidak tampak lagi. Sebaliknya rumput genjer tumbuh subur, bahkan sebagian petani sudah merombak tanaman padinya. Beberapa petani masih berharap bisa menyelamatkan tanaman miliknya. Mereka rela menyiangi rumput dan menyemprot dengan pestisida.

Menurut seorang petani, Ny Darmo (55), dirinya terpaksa merombak tanaman padi yang sudah berusia dua bulan. Padahal, tanaman tersebut sudah dipupuk dua kali serta dilakukan penyiangan rumput. Dihitung biaya sejak awal tanam kerugian mencapai Rp 400.000 lebih.

''Bagaimana lagi wong sudah tak bisa diharapkan,'' ujarnya pasrah.

Dijelaskan, kerugian merupakan yang kedua kali. Sebelumnya sempat panen, namun hasilnya hanya cukup untuk menutup biaya tanam. Padahal, untuk membiayai pengolahan sawahnya, dia terpaksa berhutang pada saudaranya. Karena hasil panen tidak memuaskan, rencana mengembalikan pinjaman ditunda. ''Untuk membiayai mengerjakan sawah lagi sudah tak ada sisa.''

Senada dengan itu, Suparto (51), kerugian yang dialami tidak sebesar petani lain. Pasalnya, tanaman padinya baru berusia kurang dari satu bulan dan baru melakukan pemupukan satu kali. Dia juga dapat menekan kerugian karena penyiangan rumput dilakukan sendiri. ''Kalau mengupah buruh, tentu kerugian lebih banyak.''

Membuat Parit

Dikatakan, semula dia mengira hal itu disebabkan serangan keong mas. Untuk mengatasi serangan lahan lalu dikeringkan sesuai petunjuk dari Dinas Pertanian. Agar air tidak menggenang dibuat parit mengelilingi sawah. Selain itu juga menyemprot menggunakan pestisida. ''Tapi, kok aneh tanaman tidak pulih seperti semula.''

Kepala Dinas Pertanian Ir Sutarni didampingi Kasi Tanaman Pangan Sudarto mengakui serangan hama tersebut. Pihaknya sudah meninjau lokasi serangan. Berdasarkan pengamatan langsung, serangan itu disebabkan hama sundep.

Hama itu, katanya, menyerang tanaman dari dalam. Semprotan pestisida tidak bisa mengatasi serangan secara efektif.

Ditanya langkah antisipasi, dia mengemukakan tanaman yang sudah parah agar dirombak, sedangkan yang mengalami kerusakan ringan bisa dipelihara terus.(G10-42)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA