logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Sala  
Line

LSM Dukung Pengusutan APBD

BOYOLALI - Kalangan LSM memberi dukungan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali atas pengusutan dugaan penyalahgunaan APBD 2003. Langkah mengumpulkan data hendaknya berlanjut pada pemanggilan anggota DPRD dan pengusutan lebih lanjut.

''Saya memberikan dukungan moral, bahkan siap memberikan data-data kalau diperlukan,'' kata Sekjen Forum Rakyat Boyolali (Forabi), Suyatno, kemarin.

Ketua Forum Pemantau Lembaga Eksekutif-Legislatif (Forpoleg) Ahmad Qowim Suroso SIP menyatakan setiap permasalahan yang diduga mengandung tindak pidana korupsi, Kejari harus tanggap.

Tanpa ada pengaduan dari masyarakat hendaknya segera merespons. Kalau sekarang Kejari akan melakukan pengumpulan data berkaitan pengesahan APBD, itu suatu langkah yang bagus. ''Kami memberikan dukungan dan menunggu perkembangannya.''

Sebagaimana diberitakan, Kejari akan mengumpulkan data berkaitan penetapan APBD yang diduga bermuatan tindak pidana korupi. Pengumpulan data bisa datang dari berbagai pihak. Misalnya, elemen masyarakat, media massa dan pihak lain. Bahkan, bisa memanggil anggota Dewan untuk diminta keterangan.

''Jadi, sekarang tarafnya baru pengempulan data untuk bahan pengusutan,'' kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Purwoko SH, kepada wartawan.

Adapun dugaan penyimpangan APBD berkaitan pengajuan tunjangan pemantauan aspirasi, pemantauan perda, bantuan telepon dan lainnya yang nilainya mencapai ratusan juta. Tunjangan yang dimasukan pos belanja Dewan itu tidak diatur PP 110/2000 tentang Susunan Kedudukan dan Keuangan DPRD.

Duplikasi

Suyatno mengharapkan, tindak pidana korupsi bisa juga karena duplikasi anggaran. Dengan demikian Kejaksaan juga harus meneliti kemungkinan fraksi-fraksi mendapat bantuan dari APBD.

Ini penting dilakukan penelitian, sebab fraksi bukan alat kelengkapan Dewan. Kalau benar fraksi mendapat anggaran dari APBD berarti terjadi duplikasi dan itu merupakan unsur korupsi.

''Jadi, Kejari hanya berkutat pada pos belanja tetapi juga dicari apakah APBD juga mengalir ke fraksi,''kata dia.

Dia mengatakan, kalau pengumpulan data benar-benar dilakukan dan berlanjut penyidikan kalangan LSM siap bekerja sama memberikan bantuan kepada Kejari. Data-data yang berkaitan dengan APBD akan dibeberkan. Karena itu penelitian atas dugaan penyimpangan APBD semestinya jalan terus.

Qowim mengatakan, elemen masyarakat akan terus memantau sejauh mana kesungguhan Kejari melakukan penyelidikan. Apalagi masalah ini sudah mencuat di berbagai media massa sehingga harus ada keberanian mengusut sampai tuntas.''Saya menunggu sampai dimana masalah ini ditangani,'' tegasnya.(shj-42)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA