logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Sala  
Line

Pascabanjir, Warga Terserang Diare

  • Disediakan Pengobatan Gratis

GANDEKAN-Setelah banjir yang melanda empat kelurahan di Jebres, Sabtu (22/3) lalu, sebagian warga yang terkena banjir mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Kebanyakan dari mereka mengeluh terkena masuk angin dan flu. Beberapa yang lain mengaku terkena diare dan gatal-gatal.

Seperti diwartakan, ratusan rumah di empat kelurahan, yaitu Gandekan, Sewu, Pucang Sawit, dan Jagalan terendam banjir akibat luapan air Bengawan Solo.

Air mulai meninggi dari pukul 01.00 dini hari dan terus naik hingga permukaan air di pintu air Demangan mencapai 4,25 m. Air mulai surut sekitar pukul 10.00 siang. (Suara Merdeka, 23/3).

Keluhan tersebut antara lain disampaikan Sutardi, warga kampung Butuh, Gandekan Tengen yang rumahnya tergenang air. Dia mengaku mulai meriang dan merasakan gejala-gejala masuk angin akibat semalaman begadang menguras rumahnya. ''Maklum, tertimpa banjir itu lelah karena harus nawoni(menguras-Red) dan dingin, sehingga masuk angin. Anak-anak saya malah terkena diare,'' ujar dia.

Keluhan senada juga disampaikan Nina, warga Kalangan. Dia juga terkena flu dan diare, setelah rumahnya di daerah rawan banjir itu tergenang air.

''Namun sudah biasa, kok. Tiap habis banjir banyak yang sakit flu dan diare,''ungkap dia.

Nina sudah periksa ke puskesmas dan mendapat obat tanpa membayar.

Hal berbeda diungkapkan Sutardi. Dia belum ke puskesmas karena sakit yang dia derita belum terlalu parah. ''Lagi pula, lebih penting anak-anak saya dulu yang dapat pengobatan. Mereka lebih rawan kena penyakit yang lain.''

Nina mengatakan, setelah banjir banyak warga yang mengeluh sakit flu atau diare. Namun, jarang yang parah atau harus dirawat di rumah sakit. ''Tidak ada yang sampai dirawat di rumah sakit. Paling-paling diperiksakan ke puskesmas atau mantri lalu sembuh. Atau ada juga yang tak periksa sembuh sendiri jika mau istirahat,'' ujar dia.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Lurah Gandekan Drs Suroso mengungkapkan, balai pengobatan di kelurahan dibuka mulai Sabtu (22/3) kemarin. ''Namun, pasien yang datang belum banyak. Biasanya mulai banyak yang sakit setelah tiga hari banjir berlalu,'' papar dia.

Menurut dia, dari pengalaman banjir sebelumnya pada 6 Maret lalu, warga yang berobat paling banyak mengeluhkan menderita diare dan gatal-gatal.

Camat Jebres Subagiyo mengatakan, pihaknya menyiapkan puskesmas induk di Kecamatan Jebres di Purwodiningratan. Puskesmas tersebut menyediakan pengobatan gratis bagi warga yang terkena banjir.

Selain menyediakan pengobatan gratis di puskesmas induk itu, juga didrop obat-obatan ke kelurahan-kelurahan.(G18-17e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA