
| Senin, 24 Maret 2003 | Ragam |
Heli Apache dan Tank AbramsAndalan Pertempuran DaratPASUKAN koalisi Amerika Serikat dan Inggris melakukan invasi ke Irak melalui Kuwait. Konvoi Tank M1A1 Abrams dan kendaraan lapis baja Bradley, serta kendaraan tempur lainnya dikawal helikopter tempur AH-64A Apache, bergerak maju menuju Bagdad dengan kecepatan 40-50 kilometer per jam. Dalam beberapa pertempuran darat, tentara AS sangat mengandalkan kemampuan tank M1A1 Abrams dan helikopter AH-64A Apache. Gabungan kekuatan tempur darat dan udara ini juga pernah dikerahkan di Bosnia dan Herzegovina pada 1998 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi dalam Operasi Pengawal Gabungan. Sebenarnya, pada Perang Teluk 1991 tank M1A1 Abrams dan helikopter AH-64A Apache juga digunakan AS untuk mengusir pasukan Saddam Hussein dari Kuwait. Agaknya, Amerika Serikat ingin mengulang suksesnya di Kuwait dengan mengandalkan kedua kekuatan alat perang tersebut dalam invasi ke Irak kali ini. Tank M1A1 Abrams Tank M1A1 Abrams buatan General Dynamics Land Systems (GDLS) pada 1985 merupakan penyempurnaan dari tank M1 yang diproduksi 1978. Tank M1A1 Abrams dapat menembakkan berbagai jenis amunisi. Tank ini dilengkapi dengan sistem NBC untuk mengatasi tekanan dan guncangan. Mesin Lycoming Textron berkekuatan 1.500 hp (horse power) membuat M1A1 Abrams dapat melaju dengan kecepatan 50 kilometer per jam. Tank yang berbobot mati 67 ton itu dirancang untuk dikendalikan oleh empat personel militer. Dalam hal persenjataan, tank itu menggunakan senjata utama kanon 120mm M256 dengan sistem kendali tembak digital. Dengan kemampuan mendeteksi sasaran melalui pencitraan panas objek, tank M1A1 Abrams telah menggasak enam atau tujuh truk Irak selama hari kedua penyerangan pasukan koalisi AS-Inggris ke Irak. Kemampuan deteksi sasaran itu dapat berfungsi dengan baik pada siang hari maupun malam. Amunisi disimpan dalam suatu kabin lapis baja dengan sistem panel pelontar khusus. Sistem perlindungan lapis baja pada tank ini mampu melindungi keempat awaknya dari pertempuran yang menggunakan senjata nuklir, biologi, atau kimia. Helikopter AH-64A Apache Helikopter tempur ini telah membuktikan kemampuannya dalam beberapa operasi militer Amerika Serikat. Pesawat itu memainkan peranan penting dalam penyerbuan AS ke Panama pada 1989, yang sebagian besar dilakukan pada malam hari. Kekuatan tempur ini juga berperan besar dalam membebaskan Kuwait dari invasi Irak. Selama Operasi Badai Gurun itu, Apache menggulung lebih dari 500 tank dan ratusan kendaraan lapis baja, truk, dan kendaraan tempur Irak lainnya. Helikopter tempur itu juga digunakan untuk menghancurkan radar-radar Irak. Dan, pada penyerangan ke Irak kali ini, helikopter-helikopter Apache membantu memuluskan jalan pasukan koalisi AS menerobos masuk ke wilayah Irak. Dengan kemampuan sensor dan pengamatan medan yang baik, helikopter tempur Apache sering kali digunakan untuk operasi-operasi militer di malam hari. Helikopter ini memang dirancang untuk menangkis serangan darat kendaraan tempur lapis baja. Helikopter yang dikendalikan oleh dua awak itu mampu terbang sampai ketinggian 6.400 meter dengan kecepatan 300 kilometer per jam. Untuk sistem persenjataannya, helikopter buatan McDonnel Douglas itu dilengkapi dengan 16 misil Hellfire yang dipandu laser, 76 roket 70mm, dan kanon otomatis 30mm. (Benu Hidayat/fas.org-35) |