
| Senin, 24 Maret 2003 | Olahraga |
Batang Tertahan, Persekat MenangBATANG-Tekad pemimpin klasemen sementara kompetisi Divisi II-A Jateng/Piala Sumaryoto, Persibat Batang, untuk membalas kekalahan dari Persibi Boyolali tidak kesampaian. Bahkan, tim ''Banteng Alas Roban'' ini nyaris dipermalukan di hadapan suporternya. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora, tuan rumah hanya mampu bermain imbang 1-1. Padahal pada putaran pertama Batang dihajar Boyolali 0-4. Boyolali unggul lebih dulu pada menit ke-22 setelah Nanang Rudiyanto berhasil menerobos pertahanan Persibat. Begitu memasuki kotak penalti, tanpa membuang waktu dengan sekali sontekan dia melepas bola ke arah gawang tuan rumah yang dikawal A Yasin. Gol. Kedudukan 1-0 untuk tim tamu bertahan hingga wasit Muhklis Ali Fatoni yang memimpin pertandingan meniup peluit babak pertama. Babak kedua, anak-anak asuhan duet pelatih Imam Supardi dan Puspanaden langsung mengambil inisiatif menyerang. Subhan yang menempati posisi kanan luar, pada menit ke-47 melakukan tendangan spekulatif. Bola lambung diarahkan ke gawang Persibi. Sebenarnya kiper Tri Hartanto sudah ''terbang'' dan menangkap bola. Namun, bola lepas dan jatuh di pojok kanan, gol 1-1. Kedudukan imbang ini langsung disambut ribuan suporter tuan rumah. Tak kurang Ketua Umum Bambang Bintoro SE yang juga bupati, bersama penasihat Persibat seperti Ketua DPRD H Moch Azies dan Dandim Letkol Inf Chairul Anwar Sulaiman ikut berlompatan. Dalam pertandingan itu, berkali-kali Bambang Bintoro maupun Manajer Sunarto berteraik-teriak memprotes kepemimpinan wasit yang dianggap ceroboh. karena berkali-kali pemain Persibat dicurangi namun wasit tetap tidak meniup peluit. Emosi pun memuncak. Begitu selesai pertandingan, Sunarto dan Puspanaden langsung menghampiri wasit Ali Fatoni di depan meja IP. ''Kamu harus banyak belajar dulu, jangan coba-coba menjadi wasit kalau tidak memahami perwasitan. Berkali-kali kami dirugikan tapi kamu diamkan saja. Tolong catat di laporan IP,'' ujar Puspanaden yang mantan pemain Arseto ini. Sementara itu, Sunarto menyatakan, pihaknya akan memprotes karena sudah berkali-kali dirugikan wasit. Pelatih Persibi Hasman menilai pertandingan cukup menarik. Berkali-kali peluang gagal dimanfaatkan. ''Soal wasit, kami juga dirugikan. Pemain sudah lolos, ternyata dianggap off side. Ada pelanggaran tetap dibiarkan saja.'' Persekat Menang Persekat Tegal membuka putaran kedua di GOR Trisanja Slawi, Minggu sore kemarin, dengan memetik kemenangan 2-1. Meski tidak bisa membalas kekalahan sewaktu bermain di kandang lawan, namun pemain-pemain asuhan Susmanto itu pada menit-menit awal menguasai permainan. Gol-gol kemenangan dipetik pada menit ke-3 dari tendangan Suroso, disusul kemudian pada menit ke-31 kapten Persekat Karso membobol gawang Persikaba yang dijaga Didik Santosa. Ketinggalan 2-0, pemain-pemain asuhan pelatih Mulyono itu berupaya untuk bangkit. Perjuangan pemain Persikaba tak sia-sia. Melalui tendangan Gunadi pada menit 31, jebolah gawang M Subekhi. Kedudukan berubah menjadi 2-1. Tertinggal satu gol, pemain-pemain Persikaba di babak kedua berupaya menyamakan kedudukan. Hal ini terlihat dari serangan-serangan yang dilakukan. Melihat serangan yang demikian gencar, tak pelak pemain Persekat tetap bertahan di garis belakang. Pelatih Susmanto tak henti-hentinya mengarahkan agar lini belakang diperkuat. Stategi bertahan itu ternyata cukup jitu, karena hingga wasit Suswanto asal Batang meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir, skor tetap 2-1 untuk tuan rumah. (ar,G12-77) |