logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Berita Utama  
Line

Stres, Teman Sendiri Digranat

DIUSUNG: Salah seorang prajurit AS yang terkena ledakan granat diusung rekan-rekannya.(Foto: Suara Merdeka/rep BBC-55)

KOTA KUWAIT - Seorang tentara Amerika yang diduga stres, melemparkan granat ke arah rekan-rekannya sendiri di Kuwait, menewaskan seorang serdadu dan melukai 12 orang lainnya.

''Tersangka ditahan karena menyerang suatu unit Divisi Lintas Udara Ke-101,'' kata Max Blumenfeld, perwira penghubung AS. ''Tersangka adalah tentara yang ditugaskan pada divisi tersebut. Informasi awal mengisyaratkan, serangan itu dilakukan dengan menggunakan granat tangan.''

Tiga serdadu mengalami luka-luka dalam insiden Minggu dini hari (Minggu pagi WIB) di sebuah kamp militer AS di kawasan utara gurun Kuwait itu, yang dijaga ketat.

Granat yang dilemparkan tersangka meledak di tenda anggota Divisi Lintas Udara Ke-101. Divisi legendaris itu, yang menjadi ujung tombak perebutan pantai Normandia dari Nazi Jerman pada PD II, adalah salah satu tulang punggung dalam penyerangan sekutu ke Irak.

''Yang menjadi sasaran serangan teroris itu adalah Pamp Pennsylvania,'' kata salah seorang tentara yang menjaga pos-pos terdepan militer AS di gurun dekat perbatasan Irak.

Peristiwa senjata makan tuan itu tercatat yang pertama sejak perang berlangsung Kamis pagi lalu.

Jim Lacey, seorang wartawan AS, dari lokasi kejadian mengatakan kontraktor sipil yang ikut dalam pembangunan kamp itu mungkin juga terlibat. Dia mengatakan dua orang ditangkap di tempat tersebut.

Keamanan Diperketat

Pasukan Amerika telah meningkatkan kewaspadaan dari kemungkinan serangan teror, sejak pasukan koalisi AS-Inggris melancarkan perang untuk menumbangkan kekuasaan Presiden Saddam Hussein.

Keamanan teramat ketat diterapkan pada sejumlah kamp militer AS di Kuwait. Yang terbesar adalah Kamp Doha, yang terus dimanfaatkan sejak Perang Teluk 1991.

''Kami sedang menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi,'' kata Blumenfeld. Dia mengatakan tentara yang terluka telah diungsikan ke Kamp Arifjan di Kuwait selatan.

''Keinginan utama kami saat ini adalah kembali mengelompokkan, mengonsolidasikan tentara-tentara tersebut,'' katanya. ''Pasukan Divisi Lintas Udara 101 melintasi Irak bagian selatan pada Sabtu lalu, guna memainkan peran penting dalam perang koalisi.''

Lebih dari 1.000 kendaraan milik divisi berjulukan ''Screaming Eagles'' itu sejak Jumat lalu memenuhi Kuwait utara, tepat di dekat perbatasa Irak.

Kelompok pertama, dengan membawa senjata dan pasokan untuk 270 helikopter yang dioperasikan divisi itu (termasuk heli serbu Apache dan heli serba guna Black Hawk) memasuki wilayah Irak, Sabtu.

Pasukan Amerika yang digelar di Kuwait, mengalami beberapa kali penyerangan ketika peperangan belum pecah.

Seorang warga Kuwait diajukan ke pengadilan karena melakukan pembunuhan terencana terhadap seorang kontraktor sipil AS dan juga melakukan percobaan pembunuhan bulan Januari lalu.

Sebelumnya, serangkaian penembakan pernah diarahkan pada warga sipil dan personel militer Amerika.

Oktober lalu, dua warga Kuwait membunuh seorang marinir AS dan melukai beberapa lainnya, ketika berlangsung suatu latihan perang. Salah seorang penyerang (keduanya tewas dalam serangan tersebut) telah bersumpah setia kepada Usamah bin Ladin, pemimpin Al Qaedah.

Seorang perwira polisi Kuwait dihukum penjara 15 tahun, karena melukai dua tentara AS tahun lalu. (rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA