logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Berita Utama  
Line

"Jangan Panggil Siti Rahma....."

SIAPA bilang bangsa Indonesia tidak ramah? Orang Arab pun mengenal para jamaah Indonesia tergolong paling mudah disapa dan diajak bercanda. Ini berbeda dari kebanyakan jamaah dari negara lain, yang terkesan lebih suka menutup diri dan hanya berkomunikasi dengan rekan sesama negaranya.

Yang ini adalah kisah tentang jamaah wanita asal Indonesia. Mereka sering disapa oleh orang Arab, terutama pedagang yang dengan lantang menawarkan dagangannya. Dengan tersenyum akrab, para pedagang yang kebanyakan lelaki itu menyapa kaum ibu-ibu yang tengah beribadah haji.

"Siti Rahma......Siti Rahma........" demikian sapa lelaki di sana. Jamaah wanita kita biasanya menyambut sapaan itu dengan seuntai senyum. Maka dialog pun berlanjut, meskipun dengan kalimat patah-patah dan dilanjutkan dengan bahasa isyarat. Maklum, mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, sebaliknya jamaah kita tidak paham dengan bahasa Arab.

Memang panggilan Siti Rahma terkesan sangat akrab, sehingga maklum bila banyak jamaah wanita yang suka dengan sebutan tersebut. Namun, ternyata tidak bagi Ny Soeharsono, istri Kol Inf Soeharsono anggota DPRD Tingkat I Jateng, yang kebetulan satu rombongan dengan saya. Wanita ramah ini merasa tidak suka dengan sebutan itu.

"Saya benar-benar tidak sreg dengan sebutan itu. Sebab sepengetahuan saya panggilan Siti Rahma itu berkonotasi negatif," tukasnya. Sudah barang tentu anggapannya itu disanggah oleh rekannya, yang merasa bahwa panggilan itu merupakan bentuk persaudaraan.

"Sebab saya melihat, mereka menyebut nama itu dengan penuh persahabatan. Apa mungkin mereka (orang Arab-Red) menghina kami?" ucap wanita, rekan Ny Soeharsono tersebut.

Mendengar perdebatan kecil itu, saya mencoba untuk mencari tahu. Usut punya usut, ternyata dugaan Ny Soeharsono itu tidak salah. Pada awalnya sebutan itu memang merupakan ejekan atau penghinaan bagi kaum wanita Indonesia.

Menurut Muntasir, pemuda Palembang yang sedang menuntut ilmu di sebuah universitas Kairo, Siti artinya wanita dan Rahma artinya pemurah. Nah, bagi orang-orang Arab, sebutan Siti Rahma yang ditujukan kepada orang Indonesia, artinya wanita yang murah (semacam pelacur-Red).

Kisah ini bermula dari citra negatif sebagian tenaga kerja wanita (TKW) ilegal dari sini yang banyak berada di sana. Karena kedatangannya tidak resmi, banyak TKW yang telantar. Untuk menyambung hidup, biasanya TKW-TKW itu menjual diri sebagai pelacur. Kebetulan, lelaki Arab paling suka dengan wanita Indonesia.

Menurut seorang wanita Indonesia yang menjadi PRT di sana, sebetulnya wanita-wanita Arab juga cantik dan menawan. Namun diakui, lelaki Arab paling suka dengan wanita Indonesia.

Bermula dari perilaku TKW ilegal itulah, di mata orang Arab, wanita Indonesia itu mudah dibeli untuk memenuhi hawa nafsu. Kemudian muncullah sebutan Siti Rahma. Sebutan ini hanya ditujukan kepada jamaah haji wanita dari Indonesia, dan tidak bagi jamaah dari negara lain.

Untuk itulah, sebagai sesama bangsa, mahasiwa yang menjadi pemandu wisata ini merasa terhina dengan sebutan tersebut. Setiapkali mendengar ada lelaki Arab yang menyebut Siti Rahma, dia langsung protes dan mengingatkan.

"Sebut wanita kami dengan panggilan hajah atau Siti Aisiah, jangan Siti Rahma," katanya. Namun repotmya, banyak jamaah wanita kita yang tidak paham soal itu. Mereka mengira sebutan itu cukup terhormat, sehingga jamaah wanita justru sangat senang bila dipanggil Siti Rahma.

"Ya...ya, pokoknya jangan panggil kami Siti Rahma," ungkap Ny Soeharsono setelah mendengar penjelasan dari Muntasir. Orang-orang satu rombongan dengan saya, terutama jamaah wanita, akhirnya baru menyadari bahwa sebutan itu sangat tidak terhormat.

Menurut Ny Soeharsono etikad mereka memang sudah kelihatan.

"Karena saya kemana saya selalu bersama suami, mereka tidak berani memanggil saya dengan sebutan Siti Rahma. Namun bagi jamaah wanita yang sendirian (tidak ada lelakinya-Red), mereka menyebutnya dengan panggilan Siti Rahma," kisahnya.(33)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA