
| Senin, 24 Maret 2003 | Berita Utama |
Jangan sampai Rakyat Memilih Pemimpin KorupPURWAKARTA- Ketua MPR HM Amien Rais kembali mengingatkan segenap lapisan masyarakat untuk bersiap - siap melakukan Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 dengan memilih Presiden secara langsung oleh rakyat. Masyarakat juga diingatkan harus waspada,dan jangan sampai Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang korup. "Pada pemilu 2004 Presiden dipilih langsung oleh rakyat, dan bukan lagi oleh MPR, tetapi rakyat harus waspada, jangan memilih pemimpin korup dan KKN," katanya, di hadapan "jubelan" manusia yang menyaksikan pertunjukan wayang golek dengan dalang kondang Asep Sunandar Sunarya, malam Sabtu di Purwakarta. Pergelaran wayang golek di alun-alun Kiansantang, depan Pendapa Kabupaten itu prakarsa DPD PAN Purwakarta. Hadir dalam acara tersebut Kepala Diparda Jabar, H Memet Hamdan, dan pejabat Pemda setempat. Amien Rais sempat jadi "wayang" ketika didaulat pelawak beken kang Ibing alias si Kabayan, tampil di atas panggung. Ibing "mencerca" Amien yang juga Ketua Umum DPP PAN itu dengan berbagai pertanyaan yang mengundang riuh hadirin. Pertanyaan mulai dari kesiapan Amien sebagai calon Presiden, mengenai agresi AS terhadap Irak, merajalelanya korupsi di Indonesia sampai money politics. "Mengenai agresi militer AS terhadap Irak, sikap Indonesia harus mengedepankan dan menjunjung harkat dan martabat bangsa. Terhadap Malaysia misalnya, Presiden AS tidak berani macem-macem," katanya, yang disambut riuh hadirin. Korupsi Mewabah Amien mengatakan, korupsi di negeri ini mewabah dan merajarela, dan telah mengakibatkan Indonesia dalam keadaan terhuyung-huyung. Pada periode 2000-2001, kebocoran uang negara sangat besar dibanding nilai penjualan saham Indosat. "Mengenai money politic, hal itu akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya," tutur Amien. Ia juga berjanji akan lebih memperhatikan rakyat kecil apabila dirinya terpilih jadi Presiden. "Insya ALLAH, apabila saya mendapat kepercayaan menjadi Presiden, saya tidak akan lupa rakyat kecil," katanya. "Janji ya..pak. Kalau ingkar saya akan datang ke Istana," timpal Ibing, yang tingkahnya membuat penonton terpingkal-pingkal. (ant-43) |