
| Senin, 24 Maret 2003 | Berita Utama |
"Jangan Datangkan Tembakau Impor"TEMANGGUNG- Bupati Temanggung H Sardjono, mulai saat ini mengharapkan agar para pelaku pertembakauan di Temanggung tidak mendatangkan tembakau dari luar daerah atau biasa disebut tembakau impor. Sebab menurut dia, merebaknya tembakau impor seperti yang terjadi akhir-akhir ini disinyalir menjadi salah satu penyebab terpuruknya harga tembakau di daerah yang terkenal sebagai penghasil tembakau terbesar se-Jawa Tengah tersebut. "Banyaknya tembakau dari luar membuat stok di sini melimpah. Akhirnya hukum ekonomi pun berlaku, karena permintaan tetap sementara stoknya melimpah secara otomatis harganya menjadi murah. Maka untuk mengembalikannya, mulai saat ini saya berharap agar tidak ada lagi impor tembakau, " ujar dia kepada Suara Merdeka Sabtu (22/3). Dia juga melarang pencampuran tembakau rajangan yang terlalu berlebihan. Misalnya memberikan campuran gula terlalu banyak dari batas semestinya. "Yang mau dijual itu tembakau atau gula, kalau tembakau, ya campuran gulanya jangan terlalu berlebihan. Jangan kemudian rasanya malah menjadi seperti gula," paparnya. Awal Permasalahan Menyinggung telah direvisinya PP No. 81 tahun 1999 juncto PP No. 38 tahun 2000 tentang pembatasan kadar tar dan nikotin, menurut dia bukan berarti dengan itu permasalahan pertembakauan selesai. Revisi itu justru baru menjadi awal permalahan yang harus dihadapi, baik oleh pemerintah daerah maupun pelaku pertembakuan. Khususnya untuk mengembalikan pasar tembakau yang sampai sekarang masih mengalami kelesuan. "Jadi meski peraturan itu telah direvisi, jangan terus dianggap permasalahan sudah selesai. Menurut saya, itu justru baru awal permasalahan yang harus dihadapi pemerintah maupun para pelaku tembakau," tandasnya. Permasalahan yang harus dihadapi itu antara lain, masih belum meningkatnya daya beli tembakau dari pabrikan. Hingga sekarang pembelian tembakau oleh pabrikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya terjadi penurunan sekitar 70 persen. "Itu sebagai bukti, revisi peraturan itu ternyata belum menyelesaikan masalah. Karenanya masyarakat jangan puas dulu, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," katanya. Ditanya belum meningkatnya daya beli pabrikan itu, apa yang mesti dilakukan. Menurut dia, mestinya harus ada kerja sama antara pemerintah pabrik (grader) pelaku tembakau, termasuk dalam hal ini petani. "Ketiga unsur ini harus duduk bersama dan melakukan kerjasama yang baik agar situasi pasar kembali normal lagi," ujarnya. (G19-64) |