logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Berita Utama  
Line

FPDI-P Tetap Jagokan Mardijo

  • Kirbiantoro Siap Beberkan Kekayaan
HS Kirbiantoro   SM/B3

SEMARANG-Meski kini telah lahir koalisi empat fraksi (FKB, FAN, FTNI/Polri, dan FPG) yang mencalonkan HS Kirbiantoro, sampai sekarang FPDI-P tetap menjagokan duet Mardijo-Hisyam Alie.

"Bagi kami Mardijo sudah harga mati, sehingga sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ini amanat dari DPC se-Jateng," kata Wakil Ketua FPDI-P Wuwuh Beno Nugroho kemarin.

Anggota FKB Ali Mansyur HD mengatakan, meski sudah terbentuk koalisi FPDI-P dan FPP, peluang koalisi empat fraksi tetap cukup besar, bahkan boleh dibilang peluangnya sama 50-50. "Kalau kami hitung-hitung koalisi FPDI-P dan FPP hanya 49 suara. Sedangkan koalisi empat fraksi bisa mencapai 46 suara. Jadi masih tetap imbang," katanya

Sementara itu, permintaan sejumlah LSM dan elemen masyarakat Jateng agar kekayaan calon gubernur dan anggota DPRD Jateng diaudit akuntan independen mendapat tanggapan dari HS Kirbiantoro, cagub yang dicalonkan FPG.

Mantan Pangdam Jaya itu siap membeberkan kekayaan yang dimiliki selama ini."Saya setuju saja kalau cagub akan diaudit. Nanti saya akan beberkan semua kekayaan kepada tim itu," katanya, kemarin.

Mengenai keinginan menjadi gubernur Jateng mendatang, lelaki asli Kutoarjo itu mengatakan, selama ini Jateng sudah sangat toleran. Sebab selama dua periode, provinsi ini selalu dipimpin putra daerah tetangga, Mardiyanto dan Soewardi, penduduk Yogyakarta. Padahal, dia yakin dari 35 juta penduduk di sini, ada putra asli daerah yang mampu untuk memimpin Jateng.

"Beri dong kesempatan putra daerah memimpin daerahnya sendiri, masak dipimpin oleh orang luar daerah terus," tegasnya.

Soal permintaan tim tujuh Partai Golkar agar cagub dari FPG harus menyampaikan visi, misi, dan rencana kerja ke depan, komitmen tak KKN serta mengetahui kondisi daerah, Kirbiantoro menyatakan sanggup memenuhi persyaratan itu.

"Dalam waktu dekat ini saya akan menemui Tim Tujuh Partai Golkar. Paling tidak saya akan sampaikan visi, misi, dan rencana kerja kepada mereka," ujarnya.

Solid

Sekretaris FPG H Sutoyo Abadi meminta semua pihak bisa memahami realita politik yang ada. Artinya, saat ini memang Jateng membutuhkan pemimpin yang memiliki visi, misi, dan rencana kerja jelas. Sebab lima tahun ke depan persoalan yang dihadapi Jateng cukup kompleks. "Kalau anggota Dewan tidak jeli melihat persoalan ini, saya yakin akan terjebak. Lalu mau dibawa ke mana 35 juta penduduk Jateng ini," katanya.

Dia juga mengingatkan, hal yang perlu diwaspadai bukan hanya persoalan money politics saja, melainkan justru pascapilgub. Sebab dikhawatirkan proses politik uang akan terjadi pada pascapemilihan.

"Jangan sampai hanya karena kepentingan kelompok atau golongan, seorang gubernur rela memakan APBD. Kan sangat ironis, pada saat rakyat kesusahan, pemimpin justru menghamburkan uang rakyat," katanya.

Siap Bersaing

Saat di Gombong, Mayjen (Purn) H Slamet Kirbiantoro (55) di depan ratusan kader Partai Golkar di Balai Manunggal Kelurahan Gombong, Kebumen, kemarin, menegaskan, dirinya siap bersaing secara sehat dengan H Mardiyanto dan H Mardijo dalam pemilihan gubernur Jateng mendatang.

"Saya sudah nawaitu dan mohon doa restu seluruh masyarakat Jateng. Sebagai orang Jateng, jika memang diberi amanah, saya siap dengan temata dan temuwa memimpin Jateng," ucap dia didampingi anggota DPR RI Priyo Budi Santoso.

Kehadiran HS Kirbiantoro yang semasa remaja pernah sekolah SD dan SMP di Gombong itu disambut meriah, bak sudah menjadi gubernur. Di jalan raya kota Karanganyar, terpajang spanduk kuning "Selamat Datang Calon Gubernur Jateng Bp HS Kirbiantoro SIP MBA".

Siang itu, dia didaulat hadir dan memberikan sambutan pada rapat konsolidasi DPD Partai Golkar Kebumen, serta pelantikan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Gombong. (D14, B3-29,64t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA