logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Berita Utama  
Line

Ratusan Warga Desa Caracas Mengungsi

KUNINGAN - Ratusan warga Desa Sampora dan Desa Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan mendirikan tenda-tenda darurat di luar rumah, karena mereka khawatir gempa susulan setelah gempa berkekuatan 4,8 skala richter terjadi pada Jumat petang (21/3) sekitar pukul 18.38 WIB.

Keterangan yang dihimpun Antara di lokasi kejadian, Sabtu menyebutkan, ratusan warga yang mengungsi itu, karena rumah mereka mengalami rusak berat dan ringan. Bahkan tiga di antaranya ambruk. Musibah itu juga dilaporkan tidak menelan korban jiwa manusia.

Akibat khawatira gempa susulan dan kondisi rumah mereka terancam ambruk total, akhirnya mereka sejak Jumat malam terpaksa tidur di luar rumah dengan mendirikan tenda darurat dan sebagian lagi mengungsi ke rumah keluarga mereka di tempat yang lebih aman.

Aktivitas warga kedua desa tersebut tampak normal, meski ada beberapa warga yang masih mencoba memperbaiki rumah mereka dan membersihkan sisa reruntuhan material rumah yang ambrol diguncang gempa.

Kondisi terparah akibat gempa tersebut, yakni terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Cilimus dan Kecamatan Madirancan, Kabupaten Kuningan. Di Desa Caracas, Kecamatan Cilimus dilaporkan tiga unit rumah ambruk, 12 rumah rusah berat dan ringan.

Sedangkan di Blok Pahing, Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus dilaporkan 27 rumah rusak berat dan ringan. Di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus terdapat puluhan rumah rusak berat dan ratusan lainnya rusak ringan. Di Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus 10 rumah rusak berat dan ringan dan di Desa Pakembangan, Kecamatan Madirancan tiga rumah rusak berat dan belasan lainnya rusak ringan.

Catatan Lembaga Pusat Gempa Nasional di Jakarta menyebutkan, beberapa jam setelah kejadian, pusat gempa terjadi di 6,87 Lintang Selatan dan 108,76 Bujur Timur, pada kedalaman 33 kilometer. Kejadian ini persis di sekitar Kecamatan Cilimus dan terjadi sekitar 20 detik.

Kades Sampora, Nur Rohidin ketika dihubungi mengatakan, gempa sebenarnya terjadi enam kali, yakni setelah Ashar satu kali, sebelum Isya dua kali, pukul 01.15 WIB dua kali dan pukul 02.00 WIB sekali.

Namun yang paling besar terjadi sebelum Isya, sekitar pukul 18.38 WIB. (ant)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA