
| Senin, 24 Maret 2003 | Berita Utama |
Pasukan Koalisi Kedodoran
KOTA KUWAIT - Ketika AS mengklaim pasukannya di berbagai medan tempur mencapai kemajuan, garis belakang mereka kedodoran. Di Kuwait, pasukan AS diserang granat oleh anggota pasukannya sendiri, sementara ledakan hebat kemarin terdengar di markas besar pasukan AS di Qatar. Klaim Washington bahwa pasukan koalisi AS-Inggris telah menguasai kota-kota Umm Qasr, Basra, dan Nassiriya, juga ternyata bohong. Kemarin, menurut laporan Reuters, pertempuran hebat masih berlangsung di kota-kota tersebut. Dan, pukulan baru bagi militer sekutu terjadi lagi. Sebuah pesawat tempur Inggris ditembak hancur oleh rudal AS, sekutunya sendiri. Sementara itu Irak mengklaim telah merontokkan lima pesawat tempur, dua heli serbu AS, dan 21 rudal jelajah Tomahawk. Mengenai insiden di Kuwait, media-media Barat melaporkan seorang tentara Amerika menewaskan seorang rekannya sendiri dan melukai 12 lainnya, dalam serangan granat (lihat boks). Sebuah pesawat serang darat Tornado RAF (AU Kerajaan Inggris) yang dicatat sebagai hilang dalam operasi di Teluk pada Sabtu malam atau Minggu pagi, ternyata terkena rudal antirudal Patriot AS, kata seorang pejabat militer Amerika. ''Saya dapat jelaskan, pesawat Inggris itu terkena oleh Patriot,'' kata seorang pejabat Komando Militer Pusat AS di AS-Saliyhah. ''Awaknya hilang,'' tambahnya. Pejabat yang minta tidak disebutkan namanya itu tidak memberikan keterangan lebih terperinci. Seorang pejabat militer Inggris di London sebelumnya mengatakan, pesawat itu menghilang setelah melakukan misi tempur dan ''mungkin tertarik oleh baterei rudal Patriot'' dekat perbatasan Kuwait. Ditembaki Tentara Irak kemarin menembaki sasaran tidak dikenal di Sungai Tigris yang membelah kota Bagdad. Mereka menduga sasaran tersebut adalah pilot-pilot Inggris yang menyelamatkan diri, setelah pesawatnya tertembak rudal Patriot AS. Tayangan televisi dari tepi Sungai Tigris memperlihatkan, kapal-kapal Irak sedang menyusuri sungai. Terdengar teriakan-teriakan tentara yang melepaskan tembakan ke dalam air di dekat tepi sungai. Jaringan televisi berbahasa Arab, Al-Jazeera, melaporkan dua pilot sekutu terjun dengan parasut. Para prajurit Irak masih mencari keberadaan mereka. Departemen Pertahanan AS sudah dilapori perihal kejadian itu. Namun, tidak bersedia membantah atau pun memberikan konfirmasi. ''Kami sudah mendapat laporannya. Namun saya belum memeriksa laporan itu,'' kata seorang perwira Dephan AS. Sabtu lalu, enam tentara Inggris dan seorang Amerika tewas ketika dua helikopter Royal Navy (AL Kerajaan Inggris) jenis Sea King bertabrakan di Teluk. Insiden-insiden itu terjadi, menyusul jatuhnya helikopter Sea Knight milik USMC (Marinir AS) di Kuwait, yang menewaskan delapan marinir Inggris dan empat tentara AS. Militer Irak mengaku telah menembak jatuh 21 rudal jelajah Tomahawk, ketika mereka mempertahankan negara itu dari gempuran hebat pasukan AS-Inggris. ''Musuh terus menembakkan rudal ke bangunan-bangunan militer dan sipil. Namun pasukan pertahanan kami yang berani bisa menembak jatuh 21 rudal jelajah,'' kata seorang juru bicara militer Irak. Pasukan invasi yang dipimpin AS menembakkan ratusan rudal ke Irak sejak perang pecah Kamis lalu. Kapal-kapal perang AS saja menembakkan 320 Tomahawk pada Jumat lalu, kata seorang jenderal AS. Kemarin, markas pasukan sekutu di Qatar dibuat gempar ketika terdengar ledakan. Alarm tanda bahaya meraung-raung selama beberapa menit. ''Terjadi ledakan sekitar satu km sebelah timur pangkalan, pukul 14.00 waktu setempat (18.00 WIB),'' kata juru bicara markas Komando Pusat AS-Inggris. Para wartawan melihat kepulan asap tebal di udara, setelah terdengar ledakan itu. ''Asapnya tidak terlalu besar,'' kata Jacek Palasinski, seorang wartawan AS. Kamp dengan penjagaan ketat tersebut, didirikan di sebuah lahan padang pasir di luar ibu kota Qatar, Doha. Di Washington, para pejabat pertahanan AS membantah klaim Bagdad bahwa pasukan Irak menembak jatuh lima pesawat dan dua helikopter sekutu. ''Kami tidak menerima laporan soal kehilangan pesawat atau pilot,'' kata pejabat itu. Jubir Kementerian Pertahanan Irak Hazem Abdul-Qader mengatakan, empat pesawat ditembak jatuh di atas Bagdad dan satu pesawat lagi dirontokkan di kota Basra, Irak selatan. Sedangan dua helikopter ditembak jatuh di Mosul, Irak utara, dan di kota Simaya. Serbuan Darat Sumber Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, perang darat untuk menaklukkan Bagdad sudah bisa dimulai Selasa ini. Namun, tidak ada rencana dari pasukan koalisi untuk memenangkan pertempuran di Basra, kota terbesar kedua Irak. ''Kami menunggu sampai Senin malam atau Selasa besok, untuk serangan darat ke Bagdad,'' kata sumber itu, kemarin. Namun, pertempuran di pinggiran kota Nassiriya, Irak selatan, ternyata mengadang gerak maju pasukan AS di sana, kata wartawan Reuters kemarin, mengutip sumber-sumber militer. Koresponden Reuters Sean Maguire yang melakukan perjalanan bersama Marinir AS di selatan kota itu, mengatakan anggota pasukan Marinir AS melaporkan mendapat perlawanan sengit saat mendekati Nassiriya. ''Kami tidak dapat bergerak maju, karena mendapat perlawanan,'' kata Maguire, yang berada sekitar 30 kilometer di tenggara Nassiriya. Dia mengatakan ada helikopter AS melintasi daerah itu, dan ratusan truk militer serta kendaraan lapis baja pengangkut personel telah menghentikan gerak maju ke utara. Menpen Irak Mohammed Saeed Al-Sahaf mengatakan pada suatu konferensi pers di Bagdad, para agresor asing yang mendekati Nassiriya telah mendapat ''pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan''. ''Kami menjebak mereka dalam suatu rawa yang membuat mereka tidak dapat muncul kembali kecuali mati,'' katanya. Sebelumnya, Marinir AS mengklaim telah menguasai mulut jembatan di tepi utara Sungai Eufrat, dan bersiap-siap melancarkan serangan lebih lanjut ke arah Bagdad. Para pejabat AS mengatakan Divisi Ke-11 tentara Irak telah ''menyerah''. Namun klaim itu belum mendapat konfirmasi, dan tidak ada perincian lebih lanjut mengenai tentara yang dilaporkan telah menyerah itu. Para pejabat Irak membantah pernyataan AS bahwa komandan Divisi Ke-51 telah menyerah. Para pejabat AS meyakini, unit elite Divisi Madinah Pengawal Republik mengadang mereka di Najaf dan kota-kota lain di selatan Bagdad, seperti Kut di tepi Sungai Tigris, yang diduga menjadi basis Divisi Bagdad. Pasukan Bantuan Dari Port Said, Mesir, dilaporkan sebanyak 12 kapal AS bermuatan logistik militer memasuki Terusan Kanal Suez kemarin, dalam perjalanan menuju Laut Merah. Sabtu lalu AS mengatakan, militernya berencana mengirim 20 kapal kargo bermuatan perlengkapan militer untuk Divisi Infanteri Ke-4. Kapal-kapal itu bertolak dari posisi di lepas pantai Turki melalui Suez menuju Teluk. Para pejabat AS menyatakan, Divisi Infanteri Ke-4 dan kesatuan-kesatuan militer lain yang berjumlah 40.000 personel, akan diterbangkan dari Texas menuju Kuwait untuk bergabung dalam perang. Sementara itu Menlu Irak Naji Sabri mengatakan, sebuah misil Israel ditemukan di Bagdad. Dia menuding Israel ambil bagian dalam serangan pimpinan AS ke Irak. ''Israel ambil bagian dalam agresi ke Irak. Negara itu mengirimkan misilnya. Kami menemukan sebuah misil Israel di Bagdad,'' katanya kepada wartawan di Kairo, tempat dia akan menghadiri rapat dengan para menlu Arab. Sabri tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung tuduhan itu. Amerika yang ingin menggulingkan Saddam, mengatakan tidak ingin Israel terlibat dalam perang itu untuk menghindari konflik lebih luas. (rtr-gun-ben-niek-30) | |||||