
| Senin, 24 Maret 2003 | Semarang & sekitarnya |
Kapolda Serahkan Santunan KematianTANJUNG EMAS-Delapan dari 90 anggota Polda Jateng yang enam bulan lalu ditugaskan ke Aceh, mendapatkan penghargaan atas jasa-jasa mereka menumpas GAM. Pemberian penghargaan dilaksanakan bersamaan dengan penyambutan kedatangan rombongan di Pelabuhan Tanjung Emas, Jumat (21/3) petang. Empat orang mendapat penghargaan karena menembak mati panglima GAM Abu Arafah. Mereka adalah Bripda Eri Wibowo (Polres Jepara), Bripda Ahmad M (Polwil Surakarta) dan dua orang yang bernama sama, Bripda Mulyono (Polwil Banyumas). Empat personel Polda Jateng, yaitu Bripda Martufah P, Bripda Prasetyo, Bripda Rustam, dan Bripda Amirudin mendapat penghargaan atas keberhasilannya menggerebek markas GAM yang diwarnai kontak senjata. Selain merebut bendera GAM, empat polisi itu bersama timnya berhasil menyita beberapa senjata api, parang, dan gergaji. Kapolda Irjen Didi Widayadi MBA yang menyambut rombongan turun dari KRI Teluk Handing di Pelabuhan Tanjung Emas menyampaikan terima kasih atas keberhasilan tersebut. Dalam kapal itu, ada 59 dari 60 anggota Polda DIY yang juga dipulangkan. Menurut Direktur Samapta Polda DIY Kombes Drs AM Edy, satu anggotanya, Bripda Budi meninggal enam hari sebelum masa tugasnya berakhir. Berkaitan dengan anggotanya yang meninggal dalam tugas tersebut, Kapolda Jateng di aula markas memberikan santunan uang kepada sembilan ahli waris. Mereka terdiri atas ahli waris seorang perwira (menerima Rp 32.640.000), enam bintara masing-masing Rp 24.490.000 dan dua tamtama Rp 19.130.000. Sembilan polisi yang gugur adalah Iptu Asep Dedy Sopiyandi (Korps Brimob Set Deops Polri), Bripka Margono (Polres Batang), Bripka Sumarno (tinggal di Kebumen tapi berdinas di Polres Aceh Barat), Brigadir Widiyanto (Polres Pati), Brigadir Kurniawan Hari Bowo (Brimobda Polda Jateng). Kemudian, Briptu Hari Margono Nugroho (anggota Dit Sabhara Polda DIY tinggal di Magelang), Briptu Hartono Budi S (anggota Sat Sabhara Polda Metro Jaya tinggal di Sragen), Bharada Sapik Hidayat (anggota Brimob Papua, asal Semarang), dan Bharatu Eddy Sugiono (Korps Brimob Set Deops Polri, asal Boyolali). (D7-13) |