
| Senin, 24 Maret 2003 | Semarang & sekitarnya |
Bangunan Puskesmas Pembantu Leban Rusak ParahKENDAL- Kondisi bangunan Puskesmas Pembantu di Desa Leban, Kecamatan Boja, Kendal, sejak beberapa tahun terakhir rusak parah. Akibatnya pelayanan terhadap masyarakat terganggu. Padahal keberadaan Puskesmas yang memiliki tiga tenaga kesehatan tersebut, selain melayani Desa Leban juga sangat dibutuhkan masyarakat yang bermukim di tiga desa sekitarnya, yaitu Desa Medono, Pasigitan, dan Banjarejo. Secara keseluruhan, bangunan Puskesmas Pembantu Desa Leban mempunyai luas sekitar 20 X 10 meter. Sebagian bangunan digunakan untuk rumah dinas tenaga kesehatan/bidan, sebagian lain difungsikan sebagai ruang praktik kesehatan. Kondisi bangunan sudah tidak layak dan rawan roboh. Temboknya rapuh dan melengkung, serta plester mengelupas. Hampir seluruh material dari bahan kayu, yaitu kusen pintu maupun jendela, penyangga atap atau kuda-kuda lapuk. Pintu-pintu yang terbuat dari triplek rata-rata telah mengelupas. Di ruangan tempat praktik kesehatan, atap asbes banyak yang berlubang. Saat hujan turun, tetesan air menggenang di lantai dari ubin yang sudah tidak rata lagi. ''Lantaran hampir seluruh atap bocor, pelayanan kesehatan seringkali terganggu. Sejak beberapa waktu lalu listrik kami padamkan, selain belum begitu dibutuhkan, juga khawatir terjadi hubungan arus pendek akibat terkena tetesan air. Lebih mengkhawatirkan lagi seandainya tembok ini roboh,'' ujar Ny Cahyati Santun (49), Kepala Puskesmas Pembantu Desa Leban, ketika ditemui kemarin. Dia menjelaskan, setiap hari pasien yang datang ke tempatnya rata-rata berkisar 10 orang. Umumnya para pasien yang datang ke tempat tersebut masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. ''Jarak antara rumah dengan Puskesmas ini sekitar 2 kilometer. Jika saya harus berobat ke Puskesmas Boja jaraknya sekitar 8 kilometer,'' kata Ny Sutinem (45) seorang pasien dari Desa Medono. 33 Puskesmas/Rumdin Rusak Beberapa pintu yang ada di ruangan praktek kesehatan hanya dikunci ''ala kadarnya'' dengan slop dari paku, sehingga keamanan sangat rentan. Padahal dus-dus obat-obatan, disimpan di tempat tersebut. Kondisi bangunan lebih parah terdapat di bangunan rumah dinas bidan. Lubang besar menganga di bagian tembok belakang. Beberapa pintunya ''hilang,'' karena telah habis dimakan rayap. Celah besar juga terdapat di bagian atap, lantaran beberapa lembar asbesnya hilang dan pecah. Sebagian eternit yang jebol jatuh menumpuk di lantai. Akibatnya, sejak beberapa waktu lalu rumah dinas ini telah ditinggalkan penghuninya. ''Kami sudah mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal, agar bangunan puskesmas direhab. Namun hingga saat ini kami belum mendapat penjelasan,'' jelas Cahyati. Sementara itu, Kepala DKK dr Kadar Suyanto ketika dihubungi di kantornya kemarin menjelaskan pihaknya sudah mengajukan permohonan renovasi kepada Bappeda. ''Pemkab belum menganggarkan renovasi Puskesmas Desa Leban pada APBD 2003. Kendati demikian, berdasar skala prioritas kami masih berharap agar anggaran dapat disusulkan. Selain itu ada 33 buah Puskesmas/rumah dinas bidan dan dokter di wilayah Kendal yang harus direhab. Sepuluh diantaranya mengalami rusak berat,'' papar Kadar. (G15-76) |