logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

Puluhan Kades Datangi Ruang Wartawan

KENDAL-Sedikitnya 20 Kepala Desa (Kades) di wilayah Kendal, Jumat (21/3) sekitar pukul 09.00 mendatangi ruang wartawan atau press room yang berada di lingkungan perkantoran Pemkab Kendal. Kedatangannya yang dipimpin Kades Mororejo, Kaliwungu, Bambang Sukendro SH itu, karena rasa solidaritas terhadap Kades Gempolsewu, Rowosari, Kendal, Freddy Hermanto, yang diberitakan beberapa surat kabar, terkait dugaan pemotongan uang ganti rugi tanah milik warganya.

Kendati demikian, para kades hanya berhasil menemui wartawan Radar Semarang, Zaenal Alimin dan Zulkifly Masruch (Suara Merdeka-Red) yang kebetulan berada di tempat itu.

''Kades Freddy, menilai pemberitaan di beberapa media masa terkait dugaan uang pemotongan ganti rugi tanah warga oleh sejumlah perangkat desa Gempolsewu, kurang seimbang. Dia juga membantah tidak pernah mengatakan seperti yang ditulis di koran. Selain itu Kades Freddy menjelaskan kalau warga secara sukarela memberikan uangnya, jadi bukan bersifat pemotongan. Hanya saja saat saya tanya berapa jumlah warga yang memberikan uang dan berapa besarnya uang yang diberikan, Kades Freddy menjawab lupa, alasannya karena tidak pernah dicatat,'' kata Alimin.

Dari keterangan yang dihimpun, sebelum mendatangi ruang wartawan para Kades semula bertujuan mendampingi Kades Freddy yang akan dimintai keterangannya oleh pihak Kejari, terkait dugaan kasus pemotongan uang ganti rugi. Lantaran urung dilakukan pemeriksaan, para Kades mendatangi ruang wartawan sekaligus meminta klarifikasi kepada sejumlah wartawan di press room.

Secara terpisah, Kades Mororejo, Bambang Sukendro, ketika dihubungi melalui telepon menjelaskan, sekitar 50 Kades semula ingin mendampingi Kades Freddy yang dipanggil ke DPRD Kendal, namun karena pihak Dewan tidak mengagendakan hal tersebut, para Kades beralih mencari dan meminta klarifikasi pemberitaan kepada wartawan di press room.

Dia menilai pemberitaan di media tidak berimbang. Namun saat dijelaskan Suara Merdeka sudah melakukan konfirmasi kepada Kades Freddy, baik di kantornya maupun di rumahnya, Bambang tidak dapat memberikan jawaban secara rinci.

''Saya sendiri belum membaca berita terkait dan melibatkan Kades Freddy. Saya hanya mendampingi dia untuk meminta klarifikasi kepada rekan wartawan, bahwa dia tidak pernah melakukan pemotongan uang ganti rugi tanah dan melakukan intimidasi kepada warga.''

Sementara itu, Kades Freddy Hermanto, ketika dihubungi melalui telepon di rumahnya tidak berada di tempat. ''Pak Freddy sedang keluar rumah,'' jawab istri Freddy, kemarin (23/3).

Seperti diberitakan, uang ganti rugi pembangunan tanggul di sepanjang Kali Kuto, Gempolsewu, milik puluhan warga diduga dipotong oleh sejumlah oknum perangkat desa setempat. (G15-76)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA