logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

Hari Ini Wali Kota Bacakan LPJ

Rehabilitasi Terboyo Disorot

BALAI KOTA - Sorotan dari berbagai kalangan terhadap keberadaan Terminal Terboyo dianggap sebagai hal aktual dan menonjol. Masalah itu akan dibacakan Wali Kota Sukawi Sutarip dalam laporan petanggungjawaban (LPJ) tahun anggaran 2002-nya hari ini (24/3) di ruang paripurna DPRD Kota.

Selain permasalahan Terminal Terboyo, setidaknya ada tiga hal lagi yang dianggap cukup penting dan banyak mendapat sorotan dari masyarakat. Yakni, revitalisasi kawasan Alun-alun dan Masjid Besar Kauman, rob/banjir dan tanah longsor, serta sekolah bebas biaya.

Selama ini, banyak kalangan menilai kekumuhan Terminal Terboyo.

Bahkan, meski sudah direhabilitasi dengan biaya sekitar Rp 2 miliar dari dana instruksi gubernur (Ingub), masih saja kesan kekumuhan itu tak hilang. Bahkan hasil pekerjaan rehabilitasi tersebut dianggap asal-asalan. Oleh anggota Dewan pemborongnya dianggap tidak bonafid dan profesional.

Dalam LPJ-nya, Sukawi berpendapat, Terminal Terboyo yang masuk wilayah Genuk berada pada daerah rawan banjir. Untuk merehabilitasi kerusakan terminal tersebut dibutuhkan dana Rp 7,8 miliar. Namun dana yang tersedia baru Rp 2 miliar.

Keterbatasan dana tersebut, menurut dia, jauh dari kebutuhan riil. Akibatnya menyulitkan Pemerintah Kota untuk menempatkan prioritas kegiatan rehabilitasi yang akan dilaksanakan terlebih dulu.

Kucuran dana ingub mendekati puncak kegiatan terminal karena bertepatan dengan Lebaran, Natal, dan liburan sekolah, dia anggap sebagai kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Sementara, di sisi lain masyarakat menginginkan pelayanan terminal ditingkatkan secara keseluruhan.

Kondisi tersebut masih diperparah antara lain dengan struktur tanah lokasi terminal dan lemahnya koordinasi antarinstansi terkait. Hal ini yang menurut Sukawi menyebabkan seolah-olah pembangunan di Terminal Terboyo kurang berhasil.

Alun-alun

Soal revitalisasi kawasan Alun-alun dan Masjid Besar Kauman, dia mengatakan dananya berasal dari Pemerintah Pusat. Ini samanya halnya dengan Terminal Terboyo, yakni sama-sama dibiayai bukan dari APBD Kota.

Dia mengungkapkan, secara keseluruhan revitalisasi akan menelan anggaran Rp 11.345.000.000 dengan pelaksanaan direncanakan empat tahap. Pada 2001 (tahap pertama) dananya sekitar Rp 1,8 miliar, sedangkan kedua (2002) Rp 2.545.000.000. Untuk tahap selanjutnya menunggu konfirmasi dari Pemerintah Pusat.

Sampai saat ini, kata dia, revitalisasi baru berjalan 38,29% dari rencana keseluruhan. Kendala utama yang dihadapi dalam revitalisasi tersebut adalah sulitnya memindahkan pedagang. Sosialisasi yang dilakukan berjalan cukup lama, sehingga menyebabkan molornya penyelesaian pekerjaan. (G7-76)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA