
| Senin, 24 Maret 2003 | Semarang & sekitarnya |
Goa Kiskenda, Perawan yang Butuh JamahanMEMASUKI Kawasan wana wisata Goa Kiskenda, segalanya masih alami. Lebatnya hutan di bukit-bukit, hamparan padi menguning di petak-petak sawah terasiring, dan sebuah air terjun aliran Sungai Glagah yang jernih. Hanya saja, lanskap yang berada di Dusun Goa, Desa Goa Traju, Singorojo, Kendal, itu masih belum dimake-up, sehingga bisa diibaratkan, sebagai seorang perawan yang butuh jamahan. Baik oleh tangan-tangan terampil maupun pengelolaan yang memadai untuk memperlihatkan keelokan sang perawan itu. Tiba di lokasi wisata yang berjarak sekitar 25 km ke arah tenggara dari Kota Kendal itu, terlihat beberapa fasilitas wisata rusak dan tak terawat. Selain tembok gapura banyak yang gumpil, sebagian plesternya juga terkelupas dan berlumut. Aspal di dalam lokasi hampir seluruhnya terkelupas. ''Di luar hari Minggu atau libur, tempat ini lebih banyak dikunjungi pelajar SMU. Mereka biasanya datang secara berpasang-pasangan,'' kata Muh Nabib (20) warga setempat. Lima Goa Pintu pertama untuk masuk kelima goa tersebut adalah Goa Kempul. Lubang bukit sepanjang kurang lebih 50 meter ini menyuguhkan ''ukiran'' alam cukup mempesona. Puluhan stalagtit menjuntai, bunyi tetes-tetes air yang jatuh dari atap goa setinggi 20 meter, seolah seperti dentingan petikan gitar. Sayangnya, anak tangganya cukup licin, beberapa bagian retak-retak dan gumpil. Hambatan lain, sebuah batu karang besar longsoran dari bukit mengadang dan hampir menutup sebagian jalan yang berada di celah bukit selebar 1,5 meter itu. Dengan melewati karang besar itu, pengunjung dapat memilih ke empat goa lain, yaitu, Goa Topo, Goa Pertapan, Goa Tulangan, dan Goa Kampret. Masing-masing goa menyuguhkan keelokannya. Di Goa Topo, selain dihiasi stalagtit dan pahatan karang nan elok, air Sungai Glagah yang jernih juga melintas di bawah goa. Melewati Sungai Glagah, terpampang lubang besar di Bukit Lutung, Goa Pertapan. Lubang ini menjorok ke dalam bukit/gunung Lutung sejauh 100 meter lebih. Hanya saja tempat ini berada di ketinggian sekitar 10 meter, sehingga pengunjung harus rela mendaki bukit. Tak jauh dari Goa Pertapan, terdapat lubang yang sama besarnya dan disebut Goa Kampret. Tepat di tengah goa terdapat mata air yang jernih, air berkedalaman sekitar 10 cm menggenangi di hampir seluruh ruangan goa. ''Goa Tulangan memiliki lorong paling panjang daripada keempat goa lain, mencapai 500 meter lebih.'' (Setyo Sri Mardiko-76) |