logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

Puluhan PKL Ambarawa Ditertibkan

  • Petugas Bongkar 67 Lapak

AMBARAWA - Pedagang kaki lima di sepanjang jalan utama Ambarawa yang bertahun-tahun membuat semerawut wajah kota, tak dapat ditertibkan kini dapat

ditertibkan.Sebanyak 67 lapak yang berdiri di kiri dan kanan jalan utama dibongkar. Operasi penertiban kali ini dinilai sangat berhasil karena tak menimbulkan gejolak dan gelombang protes.

Operasi gabungan yang dipimpin langsung Kakanlinmas Drs Y Bambang H dan Camat Ambarawa Drs Hendri A melibatkan sedikitnya 100 personel dibantu tokoh masyarakat setempat. Sebelum diadakan operasi, petugas terlebih dahulu memberitahu rencana operasi tersebut.

Operasi sengaja dilakukan pada malam hari kata, Yoshep panggilan akrab Kakanlinmas, hal ini merupakan kesepakatan antara pedagang setempat dan pihaknya. Selain itu agar tidak mengganggu aktivitas pedagang.

Pagi hari setelah operasi, masyarakat yang melewati depan Pasar Projo Ambarawa sempat terkaget-kaget, karena melihat pemandangan yang bersih, tak terlihat lagi tenda berdiri di sembarang tempat.

Duet Yoshep dan Hendri dinilai beberapa anggota Dewan cukup baik dalam menertibkan PKL.Hal serupa dapat dilakukan pula di tempat lain.Selama ini, tidak tertib kata, anggota Komisi A dr H Anis, karena petugas Kantor Perlindungan Masyarakat dan Camatnya tidak dapat bekerja dengan baik.

''Buktinya setelah camat dan Kakalinmasnya diganti, penertiban Ambarawa dapat dilakukan'', tambahnya.

Dipertahankan

Menurut Yoshep, bekas lapak yang kini sudah bersih akan terus dipertahankan. Menurutnya, pihaknya merencanakan dengan Camat dan masyarakat setempat untuk melakukan kerja bakti bersama membersihkan trotoar bekas lapak, rambu-rambu , pagar pembatas jalan yang rusak diperbaiki.

Agar tidak muncul lapak atau PKL baru, di depan toko disarankan untuk ditanami bunga. Keadaan yang sudah baik ini, kata Anis hendaknya dibarengi dengan sikap ''lurah'' Pasar Projo harus tegas. Jangan sampai ada pedagang diperbolehkan menggelar dagangannya di sembarang tempat. ''Ada kesan boleh menggelar dagangan di sembarang tempat asal membayar retribusi''.

Menurut catatan, sudah lima kali Pemkab menertibkan pedagang di Ambarawa tetapi selalu gagal. Bahkan September tahun lalu, Pemkab melibatkan personel cukup besar juga mengalami kegagalan.

Hendri juga merencanakan akan menertibkan kendaraan angkutan kota yang sekarang masih ngetem bukan pada tempatnya.Dia merencanakan semua angkutan akan digiring kembali ke terminal Ambarawa.(C17-76)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA