logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

Puluhan Calon TKI Dilatih ala Militer

SEMARANG UTARA - Tujuhlima warga Tambak Lorok yang akan dikirim ke Malaysia Timur akhir bulan ini, Sabtu (22/3) mendapat latihan kedisiplinan ala militer. Mereka dikirim ke negeri Jiran itu sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).

Sejak Sabtu (22/3) malam, mereka sudah di Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara. Di tempat itu mendapat pembekalan mental dan latihan fisik. Para pelatihnya pun, di antaranya dari unsur Penerbangan TNI Angkatan Darat.

Latihan yang mereka jalani, antara lain menyangkut peraturan baris-berbaris, jiwa kepemimpinan, penyuluhan hukum, dan tata cara kehidupan di negara tujuan.

Tentu saja, dari beberapa calon TKI ada yang kaget dengan pola pendidikan semacam itu. Apalagi, tim pelatih hampir selalu memberikan perintah dengan nada yang tegas. Bukan cuma itu, jika melakukan kesalahan, mereka pun harus menerima sanksi, termasuk harus push up.

Lurah Tanjung Emas Aniceto Magno de Silva mengatakan, warga yang menjadi TKI tersebut sebagian besar anak-anak nelayan Tambak Lorok. Jika hanya tinggal di perkampungan nelayan tidak berkembang, mereka memilih menjadi TKI ke luar negeri.

Kapten Art H Abdul Gani, salah satu pelatih mengatakan, kegiatan itu bukan untuk menyiksa para TKI. Sebaliknya, mereka justru dipersiapkan mental dan fisik, guna menghadapi tantangan di negara tujuan.

Dengan latihan semacam itu, sikap dan perilaku mereka di negara tujuan diharapkan bisa dijaga, sehingga tidak memalukan. ''Mereka bukan hanya membawa nama perusahaan, tetapi juga bangsa dan nagara.''

Pimpinan PT Ipwikon Jasindo Nur Kunifah mengatakan, selaku pengerah jasa tenaga kerja (PJTKI), pihaknya berusaha mempersiapkan TKI sebaik-baiknya. Dengan begitu, mereka diharapkan cepat menyesuaikan diri di negara tujuan. Karena itu selain pendidikan mental dan fisik, pihaknya juga memberikan penyuluhan tentang tata cara kehidupan di negara tujuan.

Para TKI itu, akan diberangkatkan akhir bulan ini. Mereka akan berada di Malaysia selama dua tahun. Selama itu, perusahaan tetap bertanggung jawab terhadap nasib mereka. (G6-45)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA