logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

Penderita TBC yang Terobati Baru 20%

SEMARANG - Penderita TBC di Jawa Tengah yang bisa terobati hingga saat ini baru sekitar 20% dari total penderita yang ditemukan 40.300 kasus. Ini berarti, penderita yang belum terobati sebanyak 31.940 kasus yang bisa menularkan kepada orang lain.

''Dari 20% penderita yang ditemukan dan diobati itu, sekitar 70% bisa disembuhkan total. Sementara penderita yang belum terobati cenderung menularkan ke 10-15 orang di sekitarnya,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Krishnajaya MS, Jumat (21/3), menyambut peringatan Hari TB ke-121 Sedunia.

Peringatan yang jatuh pada 24 Maret tersebut bertema ''Orang-orang dengan TB'' berslogan DOTS telah menyembuhkan aku, DOTS juga menyembuhkan kamu.

Pada 1993 WHO mendeklarasikan TB sebagai global emergency dan mempromosikan directly observed treatment shortcourse (DOTS).

Krishnajaya menambahkan pengobatan TBC memerlukan waktu paling sedikit 6-8 bulan secara terus-menerus dengan obat anti tuberkulosis (OAT). ''Pengobatan tersebut harus tuntas hingga sembuh total, sehingga mencegah penularan kepada orang lain.''

Selain itu masyarakat juga diingatkan perlunya mencegah terjadinya multi drugs resistant (kebal obat). Kekebalan itu bisa membuat penderita sulit untuk diobati.

Deteksi dini dan segera memeriksakan diri merupakan langkah yang paling mujarab ketika masyarakat mulai mengalami gejala TB.

Wakil Kepala Dinas dr Budihardja DTM&H, MPH mengungkapkan gejala TB yang mudah diketahui adalah batuk disertai dahak tiga minggu berturut-turut, berkeringat di malam hari tanpa aktivitas, nafsu makan turun. Gejala yang paling jelas adalah batuk disertai dahak bercampur darah.

Penemuan Rendah

Budihardja mengatakan dinas mengalami kesulitan dalam menemukan penderita TB. Karena itu, peran masyarakat, LSM, dan organisasi kemasyarakatan sangat diperlukan.

''Pemberantasan TB saat ini masih menemui masalah, karena penemuan penderita masih rendah,'' tuturnya. Ia mengemukakan bahwa penderita yang diperiksa di luar balai pengobatan penyakit paru-paru (BP4) sangat susah dideteksi. Di Indonesia memiliki 18 BP4, 11 balai di antaranya tersebar di kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Selain itu, angka kesembuhan penderita TBC tergolong kurang. Dia meminta masyarakat berperan menjadi pengawas menelan obat untuk menjamin keteraturan pengobatan penderita sampai sembuh.

Saat ini telah ditemukan obat yang mengandung dosis lengkap. Penderita tidak perlu minum obat berbagai jenis, tetapi cukup menelan obat jenis fix drugs combination (FDC). ''Obat FDC ini merupakan kombinasi dari empat jenis obat TBC,'' tambahnya. (G1-45)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA