logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

Apakah Anda Termasuk yang Harus Diruwat?

SEMARANG Ruwatan yang bakal diselenggarakan Suara Merdeka dengan melibatkan dalang sepuh Ki Manteb Soedharsono, parapsikolog Ki Hudoyo Doyodipuro, dan paranormal Mbah Suro pada 30 Maret mendatang kian dibanjiri peminat dari berbagai kota.

Namun, tak banyak yang paham, siapa saja yang harus diruwat. Karena itu, Ki Hudoyo menjelaskan, ruwatan ageng sesungguhnya bisa diikuti oleh orang-orang yang masuk dalam kategori bocah sukerta. Adapun bocah sukerta meliputi bocah ontang-anting (satu anak lelaki tanpa saudara), unting-unting (satu anak perempuan tanpa saudara), kedhana-kedhini (dua anak putra-putri) atau negasinya kedhini-kedhana (putri-putra).

Selain itu, ada kembang sepasang (dua anak, perempuan semua), uger-uger lawang (dua anak, putra semua), pancuran kapit sendhang (tiga anak, yang nomor dua putra), dan lain-lain.

Masih cukup banyak yang harus diruwat. Misalnya, sendhang kapit pancuran, cukil dulit, gotong mayit, sarimpi, saramba, keblat papat, pandhawa, pancagati, pipitan, padhangan. ''Pendek kata, siapa pun layak diruwat. Sebab, jangan-jangan orang hanya mengenal ruwatan yang sudah populer. Padahal, ada ratusan jenis ruwatan. Dan, karena kali ini kami mengadakan ruwatan ageng, sebaiknya memang siapa pun yang merasa masuk dalam kategori bocah sukerta mengikuti perhelatan ini,'' tandas Hudoyo.

Apa lagi yang termasuk dalam kategori bocah sukerta? Masih banyak. Di antaranya sapasar (lima anak, dua putra, tiga putri), anggana ( banyak anak namun hanya tersisa satu), gilir kacang (banyak anak, putra-putri bergiliran), lumpat kidang (banyak anak, lahir tidak ajeg gilir-gumanti), garedhel (banyak anak, kebanyakan putra, namun yang ragil perempuan atau sebaliknya).

''Itu hanya sebagian kecil. Yang jelas, saya telah menemukan ada sekitar empat puluh delapan bocah sukerta,'' tandas Hudoyo.

Mbah Suro punya pandangan lain tentang ruwatan ageng. ''Ruwatan ageng itu pada hakikatnya bisa diikuti oleh siapa saja. Zaman ini kita memiliki banyak sengkala dan berbagai residu yang harus dibersihkan. Kita begitu kotor, sehingga harus segera dibersihkan. Kalau tidak, rezeki, karier, cita-cita, dan keinginan-keinginan akan terhalang kabut,'' ujar paranormal yang telah berpraktik di berbagai kota besar di Indonesia itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hendro Basuki, Ketua Panitia. ''Ruwatan ageng memang ruwatan untuk pembersihan jiwa. Ini bukan ritual biasa. Kami akan menyelenggarakan acara ini dalam koridor yang benar. Bertumpu pada hal-hal yang diridai Allah. Bertumpu pada hal-hal yang mencerahkan jiwa.''

Karena itu, jika ingin terlibat, segera mendaftar di Jalan Kaligawe Raya KM 5 kepada Agus Suprianto dan Prio Santosa (telepon 024-6580900 & 024-6581925) atau resepsionis Hotel Dibya Puri Semarang (024-3547821), hingga 29 Maret 2003 (tt-71t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA