
| Senin, 24 Maret 2003 | Ekonomi |
Biaya Transportasi dan Asuransi NaikSALATIGA-Serangan pasukan koalisi AS ke Irak hingga kini belum berpengaruh secara signifikan terhadap produk-produk ekspor dari Jateng ke negara-negara Timur Tengah. Namun, perang itu menyebabkan biaya transportasi dan asuransi naik dua kali lipat. Demikian dikemukakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Ir M Saleh ketika meninjau Pasar Industri Kecil dan Kerajinan (PIKK) Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, kemarin. Kenaikan tersebut, lanjut dia, disebabkan oleh freight forwader dan perusahaan asuransi khawatir jika dalam perjalanan mengangkut barang-barang asal Jateng ke Timur Tengah mengalami hambatan. ''Misalnya terkena terpedo di tengah jalan, sehingga untuk meminimalisasi kerugian mereka menaikkan biaya asuransinya,'' tutur dia.. Pasar di negara-negara kawasan Timur Tengah, tambah dia, selama ini merupakan pasar nontradisional. Artinya, hanya sebagai pasar alternatif setelah pasar tradisional, misalnya AS, Eropa, dan Jepang. Karena itu, pascapenyerangan Gedung WTC pada 11 September 2000 lalu ekspor ke AS sangat terganggu. Namun dia tak bersedia menyebutkan berapa angka pasti kerugian yang diderita akibat gangguan tersebut. Hasil industri Jateng yang diekspor ke Timur Tengah, tutur dia, meliputi mebel dan kerajinan. Misalnya kerajinan kayu, patung, hiasan, kain troso, dan kuningan. ''Para pengusaha Jateng sangat terpukul setelah penyerangan WTC, apalagi kemudian ada peristiwa pengeboman di Bali. Kalau perang di Irak, belum begitu terasa.'' (A2-53t) |