logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 24 Maret 2003 Ekonomi  
Line

Cadangan Devisa Justru Lebih Baik

JAKARTA-Meski terjadi krisis di Irak akibat diserang pasukan koalisi AS, posisi cadangan devisa Indonesia saat ini justru lebih baik. Itu terjadi karena semua sudah diantisipasi, termasuk APBN 2003. Demikian kata Menteri Keuangan Boediono usai membuka seminar, pekan lalu.

Namun, dia tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana antisipasi yang sudah disiapkan pemerintah tersebut. Hanya ditegaskan semua akan bekerja apabila prediksi terhadap lama perang di kawasan Teluk itu meleset.

Menurut dia, Indonesia berharap perang antara AS dan Irak itu tidak berjalan lama. Sebab, kalau terlalu lama efek yang ditimbulkan kita belum tahu. Krisis di Irak tidak hanya akan menambah biaya pengeluaran yang ditanggung pemerintah akibat impor minyak dengan harga lebih tinggi.

''Lebih dari itu juga menambah pendapatan dari ekspor untuk produk yang sama,'' paparnya.

Dia menambahkan windfall profit (pendapatan tambahan) dari harga minyak mentah dunia yang melonjak tetap harus diwaspadai. Itu penting karena pengalaman pada krisis sebelumnya, yaitu tahun 1991 dan 1992, lonjakan harga minyak mentah tidak berlangsung lama.

Kenaikan harga, lanjut dia, justru akan diikuti penurunan secara drastis. Bahkan sampai pada titik lebih rendah dari harga yang telah menjadi patokan sebelumnya hanya dalam beberapa bulan. Jadi kita tidak bisa terlalu berharap banyak dari windfall profit itu.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah telah mempersiapkan rencana untuk mengantisipasi perang di kawasan Teluk tersebut.

Rencana itu antara lain mengasumsikan perang hanya berlangsung dua hingga enam pekan. (tri-69)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA