
| Senin, 24 Maret 2003 | Ekonomi |
PPPI Jateng Pelopori Pendidikan PeriklananSEMARANG-Era perdagangan bebas ASEAN (AFTA) tidak membuat gentar insan periklanan Jateng. Mengantisipasi hal itu, para praktisi periklanan provinsi ini yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) akan menyelenggarakan pendidikan periklanan bagi manajemen puncak perusahaan periklanan. ''Kegiatan intensif selama 16 jam efektif pada 25 dan 26 Maret 2003 itu diharapkan mampu mengasah daya saing perusahaan periklanan di Jateng,'' kata Harry Afandi, Ketua PPPI Jateng, kemarin. Menurut dia, PPPI Jateng terpanggil untuk segera melaksanakan pendidikan bagi para manajemen puncak perusahaan periklanan itu. ''Dampal AFTA memang belum terasa sampai di Jateng, tetapi bagi kami lebih baik mempersiapkan diri lebih dini daripada terlambat,'' tegasnya. Bisnis komunikasi pemasaran, lanjut dia, memang tidak lepas dari pengaruh keterbukaan. Nyaris semua perusahaan periklanan global telah memiliki kantor di Jakarta. Tidak lagi berselubung ''baju'' perusahaan periklanan nasional sebagaimana sebelumnya. RTS Masli, Ketua Umum PPPI, menghargai upaya PPPI Jateng. Daerah-daerah lain sering melalaikan masalah pengembangan sumber daya manusia periklanan, tetapi Jateng telah memulai lewat program pendidikan nyata. ''Untuk memberikan dukungan, kami pengurus pusat akan beramai-ramai hadir di Jateng,'' tutur dia. Program pendidikan itu, lanjut Harry, juga ditawarkan kepada pengurus daerah PPPI lainnya sebagai proyek percontohan. Diharapkan setelah kembali ke daerahnya akan melaksanakan program pendidikan mengacu pada pengalaman di Jateng. ''Pengurus daerah Lampung, Jabar, Yogyakarta, Jatim, dan Bali telah menyatakan keikutsertaannya dalam pelatihan manajemen ini,'' jelasnya. Pelatihan menghadirkan 6 narasumber dari perusahaan periklanan besar di Jakarta. Antara lain Gunadi Sugiharso, Helmy H, Rudy Haryanto, FX Ridwan Handojo, Subiakto, dan RTS Masli. Keenam narasumber akan berbicara dalam 10 sesi. Materi yang dibahas meliputi analisis bisnis periklanan saat ini, manajemen umum agensi, manajemen keuangan, manajemen bina usaha, manajemen kreatif, tata krama, manajemen media, manajemen sumber daya manusia, dan proyek bisnis periklanan ke depan. Kehadiran pengurus pusat PPPI ke Semarang akan dimanfaatkan pula sebagai ajang tatap muka dengan pengurus daerah se-Indonesia yang diundang khusus. ''Setelah Kongres XII di Yogyakarta Oktober lalu, pengurus pusat yang dibentuk belum diperkenalkan kepada para pengurus daerah. Kesempatan hadir dalam pelatihan manajemen di Semarang kami manfaatkan untuk itu,'' kata Aswan Soendojo, Sekjen PPPI. Dalam tatap muka itu akan diinformasikan langkah-langkah pengurus pusat selama 5 bulan ini dan dibahas pula rancangan peraturan organisasi yang sudah disiapkan oleh Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan.(53t) |