
| Senin, 24 Maret 2003 | Ekonomi |
Meningkat, Penjualan Keramik di Bali SwalayanSEMARANG-Meski pameran keramik banyak digelar di Semarang, namun tidak berpengaruh terhadap penjualan keramik di Swalayan Bali Jalan Gajahmada. Bahkan, satu-satunya swalayan yang memberi ruang khusus secara tetap untuk memajang keramik cina terus mendatangkan stok baru. ''Penjualan kami justru stabil, bahkan cenderung meningkat, sebab pameran-pameran tersebut berdampak positif, yakni pengetahuan masyarakat soal keramik bertambah bagus,'' kata Direktur Swalayan Bali, Budi Handojo Soesono, kemarin. Namun, Ketua Asosiasi Pengusaha Peritel Indonesia (Aprindo) Jateng itu tidak bersedia menyebutkan berapa angka peningkatan penjualan keramik di tokonya. Hanya disebutkan dalam beberapa bulan ini terus meningkat. Menurut dia, peningkatan itu disebabkan pihaknya cukup berkonsentrasi pada penjualan keramik. Paling tidak itu terlihat pada etalase khusus bagi kerajinan itu. Di ruang tersebut keramiknya sangat beragam. Ada sekitar 1.000 jenis. ''Selain dari Cin Te Xen (Cina), ada juga keramik dari daratan lain di Cina. Itulah yang saat ini gencar kami pasarkan,'' tambahnya. Mengenai harga, lanjut dia, nilainya beragam mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Harga yang ditawarkan termasuk terjangkau bagi konsumen Semarang. Peminat punya banyak pilihan, bergantung pada selera masing-masing. Selain keramik impor dari Cina, swalayannya memajang hasil kerajinan lokal. Keramik impor itu berbentuk patung-patung dewa, satu set meja kursi bundar, vas, dan sebagainya. (G2-53) |