
| Senin, 24 Maret 2003 | Ekonomi |
Disiapkan Rp 250 Miliar bagi Industri TekstilSEMARANG-Pemerintah mengalokasikan kredit lunak senilai Rp 250 miliar untuk membantu pedagang eks Pasar Tanah Abang dan industri kecil menengah tekstil di sentra produksi Pekalongan. Deputi Kelembagaan Kementrian Negara Koperasi dan UKM, Guritno Kusumo, mengatakan, dana itu hasil penyisihan dari alokasi bantuan dana surat utang pemerintah (SUP) 2003 senilai Rp 3,3 triliun. ''Pengajuan dana SUP untuk menambah pembiayaan pengembangan usaha kecil menengah sudah disetujui Menteri Keuangan beberapa waktu lalu dan kemudian segera disalurkan melalui lembaga keuangan,'' kata dia di sela-sela RAT Koperasi Serbausaha Nasari di Hotel Grasia, Sabtu lalu. Pencairan dana SUP tersebut, lanjut dia, 8% atau senilai Rp 250 miliar dialokasikan untuk membantu pedagang eks Pasar Tanah Abang dan industri kecil menengah tekstil di Pekalongan yang kini kesulitan finansial akibat kebakaran Pasar Tanah Abang beberapa waktu lalu. Menurut dia, Kementrian Negara Koperasi dan UKM kini membahas hal yang terkait dengan pendataan para pedagang Tanah Abang, industri tekstil di Pekalongan, serta prosedur penyaluran yang tepat sasaran dan aman melalui lembaga keuangan nonbank. Diselaraskan Hasil pembahasan dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM, kata dia, akan diberikan kepada Depperindag untuk diselaraskan dengan program instansi tersebut, khususnya dalam penanganan bantuan bagi pedagang eks Pasar Tanah Abang dan industri tekstil di Pekalongan. Pengguliran dana bantuan yang kini dikaji tersebut, tutur dia, kemungkinan penyalurannya melalui lembaga keuangan nonbank, misalnya PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Perum Sarana Pengembangan Usaha untuk dana penjaminan kredit UKM, dan lembaga keuangan sejenis lainnya. Dana SUP yang digulirkan lagi oleh pemerintah, kata dia, merupakan hasil kesepakatan Menteri Keuangan Budiono dan Gubernur Bank Indonesia. ''Tahun 2003 naik menjadi Rp 3,3 triliun. Tahun sebelumnya bantuan dana SUP yang dicairkan Rp 2,2 triliun,'' jelasnya. Menurut dia, pencairan dana SUP itu telah selesai dibahas bersama-sama, termasuk melibatkan DPR dan semua membuahkan hasil kesepakatan positif. Menteri Keuangan saat ini dalam persiapan memproses realisasi pencairannya. Bentuk pemanfaatan dana SUP untuk pembiayaan kredit program yang disediakan pemerintah, tambah dia, masih terus dikaji terutama untuk mendukung pembiayaan program-program pemerintah. Sumber dana SUP tersebut, kata dia, dari dana eks kredit likuiditas Bank Indonesia (KLBI) yang dikonversi menjadi utang pemerintah yang dijamin, sebagai alternatif sumber kredit program pengganti KLBI yang dihentikan beberapa waktu lalu. Selain itu, dana eks KLBI tersebut berasal dari pengembalian kredit program yang secara keseluruhan akan jatuh tempo pada tahun 2010 sehingga memang harus diputar lagi untuk pembiayaan usaha kecil menengah. ''Jumlah dana alokasi untuk bantuan pedagang eks Pasar Tanah Abang dan industri kecil menengah tekstil di Pekalongan kemungkinan membengkak,'' tegas dia. (G2-53t) |