logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 20 Maret 2003 Sala  
Line

Perampok Berpistol Bobol ATM BNI

  • Berisi Uang Rp 39,3 Juta

LAWEYAN- Kawanan perampok bersenjata api yang diperkirakan berjumlah lima orang, dini hari kemarin pukul 03.30 membobol brankas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik BNI di Megaland, Pertokoan Hero Jl Slamet Riyadi.

Sebelum membawa kabur brankas berisi uang tunai Rp 39,3 juta itu, para pelaku terlebih dahulu menyekap tiga satpam yang saat itu terlelap tidur.

Tiga penjaga malam yang disekap yaitu Aris Susanto (22), Joko Supriyanto (24) dan Ardian Rachman (19).

Sementara dua penjaga lainnya yaitu Mulyadi (26) dan Suparmin (28) yang waktu itu berjaga di belakang supermarket tidak mengetahui adanya aksi perampokan itu.

Kawanan itu beraksi setelah melumpuhkan satpam dan meminta paksa salah satunya untuk membukakan pintu ATM di sudut timur swalayan itu.

''Dengan todongan pistol, mereka memaksa saya membukakan pintu ATM yang terletak di sudut timur supermarket,'' kata korban Ardian Rachman kepada polisi.

Menurut Ardian, setelah para penjahat itu bisa membuka pintu, mereka melepas baut pada brankas ATM BNI yang terikat dengan kotak besi yang berada di bawahnya dengan kunci Inggris.

Mata Dilakban

Kendati mata ditutup lakban dan tangannya diikat dengan borgol, penjaga malam itu dapat bercerita bagaimana kawanan itu melepas brankas, karena mendengar percakapan perampok itu.

''Waktu itu saya mendengar ada salah satu pelaku meminta kunci Inggris kepada pelaku lainnya,'' jelas Ardian.

Bersamaan kawanan perampok berusaha untuk menjebol brankas, ada pelaku lain bertugas untuk membuka pintu pagar supermarket Hero untuk mempermudah masuknya mobil Toyota Kijang yang telah dipersiapkan. Namun tidak diketahui nopol kendaraan itu.

Pelaku dengan mudah membuka pintu pagar karena kunci itu tergeletak di atas meja. Aksi perampokan yang diduga telah direncanakan itu berjalan mulus.

Usai menjebol brankas ATM BNI, perampok memasukan brankas tersebut ke dalam mobil.

''Namun sebelum mereka kabur, di antara pelaku masuk supermarket dengan sasaran menguras barang milik Telkomsel. Hanya saja, aksi itu tidak membawa hasil,'' jelas korban sewaktu diperiksa di Mapolresta Surakarta.

Keterangan Ardian yang tinggal di Sondakan, Laweyan itu tidak berbeda dari Aris Susanto, salah satu penjaga malam lainnya yang ikut disekap.

Menurut Aris, aksi perampokan itu berjalan singkat. ''Bahkan saya yang sebenarnya lepas piket, tapi ikut menjadi korban penyekapan.''

''Saya tidak mengetahui persis kejadiannya, karena sebelum mereka membawa brankas, para perampok menyekap saya,'' jelasnya.

Kapolresta AKBP Drs Bambang Hermanu SH MM mengatakan para pelaku tampaknya sudah merancang sedemikian rupa, sehingga mereka dapat melumpuhkan tiga petugas satpam sekaligus.

Meski demikian, dia belum berani menyebutkan adanya keterlibatan orang dalam pada aksi perampokan itu.

''Saya masih mengintensifkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,'' jelas dia melalui Kasatserse AKP Masrur, kemarin.

Selama dalam penyelidikan, lanjut Kapolresta, ada enam saksi yang diperiksa. Namun upaya ini belum maksimal, sehingga pihaknya belum mendapat titik terang tentang kasus itu.

''Dalam mengungkap kasus ini, saya masih terus bekerja keras, termasuk meminta keterangan saksi lain yang berada di seputar lokasi kejadian,'' tandasnya. (san,G11-51)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA