
| Kamis, 20 Maret 2003 | Olahraga |
Saatnya Wito Ramirez Menebus ''Utang''WITO Ramirez (25 tahun), peringkat satu nasional asal Sasana Bank Buana Indonesia Semarang, menyatakan siap merebut sabuk nasional kelas bantam (53,5 kg) yang dipegang Dicky Fransicus (Sarambu Bandung) di Gelar Tinju Profesional Indosiar Kamis malam (20/3) pukul 23.00 WIB. Baku hantam perebutan gelar nasional 12 ronde itu diprediksikan berlangsung seru, keras dan menarik. Mengingat jam terbang, usia, postur tubuh, nyali, stamina dan teknik keduanya tak jauh berbeda. Dicky, dikenal memiliki daya tahan terhadap pukulan cukup baik, nyali mantap dengan gempuran hook kiri-kanan plus upper cut kanan yang keras dan mematikan. Bergaya fighter sejati, jagoan yang dilatih kakak kandungnya (Dominggus Siwalete/mantan juara dunia IBF Interkontinental kelas terbang mini) mengemas rekor apik 29 menang (18 KO)-5-1. Sementara rekor Wito 30 menang (15 KO)-8-6. Sedangkan Wito, kelahiran Pati (Jateng) 24 September 1977, bisa bergaya fighter maupun counter fighter. Desingan pukulan jab-straight kanannya terbilang bagus. Gebukan hook dan upper cut-nya juga keras. Hanya saja pertahanan rahang kirinya rapuh, yang sering disambar jotosan keras lawan. Duel berbalut balas dendam ini bakal berlangsung keras dan sudah saatnya Wito ang harus memetik kemenangan kali ini. Soalnya dari tiga kali pertemuannya dengan Dicky, Wito dua kali menderita kalah angka dan sekali seri. Nyaris Menang KO Pertama di Surabaya 1997, Wito kalah angka 8 ronde. Bentrok kedua di Jakarta 2001, lagi-lagi Wito menelan kekalahan angka 8 ronde dari kakak kandung Bones Fransicus almarhum. Di clash III Januari tahun lalu, Wito nyaris meng-KO Dicky, setelah hook kirinya membuat Dicky roboh di ronde ke-6. Namun duel di Bandung itu berakhir seri, setelah kedua jagoan terlibat jual-beli pukulan keras 12 ronde. Pascaduel tersebut, Wito telah empat kali naik ring. Kalah angka 10 ronde setelah bertarung seru 10 ronde dengan Hengky Wuwungan (juara nasional kelas bantam jr). Meng-KO Armendo De Arojo di ronde ke-5 dan Cristian Casino di ronde ke-2. Kalah angka 8 ronde dengan Diosgado Gabi (Filipina) merupakan prestasi tersendiri. Pasalnya petinju berteknik tinggi Rachman Kili-Kili KO ronde 1 melawan Gabi. ''Saya akan bertarung habis-habisan untuk meraih gelar nasional. Doain aja mas,'' ujar Wito yang telah melakukan persiapan cukup bagus selama sebulan. (Paulus Noor Mulia-57) |