logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 20 Maret 2003 Olahraga  
Line

Panser Biru Tak Mau Ganti Kerugian PT KAI

  • Berdasar Surat Perjanjian

SEMARANG-Pengurus Panser Biru mengakui sudah menerima surat dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Intinya, KAI meminta ganti rugi Rp 31 juta akibat pecahnya 115 lembar kaca gerbong pengangkut ribuan suporter PSIS dalam perjalanan Jakarta-Semarang pergi pulang, Sabtu dan Minggu lalu.

Panser Biru mengemukakan, tidak akan memberikan ganti rugi, karena dalam surat perjanjian yang ditandatangani bersama, tidak ada poin yang menyebutkan ganti rugi atas kerusakan pada kemudian hari.

"Poin itu tidak ada. Saya yang menandatangani. Yang ada, hanya tidak boleh melakukan perusakan, menjaga ketertiban baik di stasiun maupun dalam perjalanan. Kami tidak mau mengganti, dari mana uang sebesar itu," jelas Divisi Keuangan Panser Biru, Adi Prabowo, petang kemarin.

Dia menekankan, seharusnya KA I berterima kasih kerena Panser Biru masih mau mengoordinasi ribuan suporter yang datang spontan.

Mereka akan berangkat ke Jakarta atas kemauan sendiri. Jika tidak dikoordinasi, kejadiannya akan lain, sebab banyak suporter yang tidak mau membayar.

Meninggal

Keberangkatan mereka dianggap sebagai tindakan spontanitas, lantaran Panser Biru tidak mengajak mereka berangkat ke Jakarta. Lagi pula, sebelumnya Panser Biru tidak melakukan pendaftaran.

Namun kenyataannya di luar dugaan. Kendati tidak didaftar, mereka datang sendiri ke Stasiun Poncol dengan jumlah relatif banyak, hampir 3.000 orang.

"Kami sudah bekerja maksimal, kenyataannya masih seperti itu. Hal tersebut sudah di luar kemampuan kami. Lain halnya bila kami membuka pendaftaran, kesalahan bisa dilimpahkan ke kami," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panser Biru Andi Putra Alam masih terus melacak kabar tentang salah satu suporter yang meninggal di Cirebon akibat jatuh dari atap gerbong.

Dia juga sudah mengecek ke Poltabes Semarang, tetapi belum ada ada laporan tentang peristiwa itu.

"Kabar itu masih simpang siur. Ada yang menyebut warga Penggaron, ada juga yang menyebut dari Kauman. Seandainya betul ada, kami akan memberi santunan, walaupun mereka bukan angota Panser Biru," jelasnya. (C16-22j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA