logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 20 Maret 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Tes Calon Camat dan Lurah

''Tak Diakomodasi, STPDN Bubar Saja ''

BALAI KOTA - Ketidakpercayaan pada hasil tes calon camat dan lurah masih saja dirasakan anggota DPRD Kota. Bahkan, cara semacam itu dinilai bisa membuka peluang KKN gaya baru dalam pengangkatan pejabat.

Anggota Komisi A DPRD Kota H Djunaedi menilai, tidak ada standar pasti ( ) dalam tes yang diterapkan konsultan Brainware Management System (BMS) dari Jakarta pada materi tesnya. ''Saya dengar dari peserta, materi tes berisi soal-soal dengan jawaban yang tak pasti. Maksudnya masing-masing peserta pasti memiliki jawaban yang berlainan,'' kata dia, Rabu (19/3).

Menurut dia, dengan materi semacam itu masih dipertanyakan standarisasi penilaiannya. ''Dari sini justru bisa timbul like and dislike (faktor suka dan tidak suka-Red), dan masih ada sebuah permainan.''

Dia justru melihat ada pengalihan perhatian terkait KKN dalam pengangkatan pejabat. Dia meminta Pemkot memperhatikan alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).

Pasalnya kader-kader STPDN sudah dipersiapkan sebagai pegawai yang handal. Selain itu dana yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk mencetak kader-kader tersebut juga tidak sedikit.

''Sejak dulu camat dan lurah dipersiapkan oleh STPDN. Kalau tidak diakomodasi, buat apa STPDN, bubarkan saja.' '(G7-76)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA