
| Kamis, 20 Maret 2003 | Semarang & Sekitarnya |
"Selamatkan Rawapening dari Gulma"BANYUBIRU-Gubernur H Mardiyanto minta masyarakat tidak perlu mempermasalahkan siapa dan kewenangan siapa yang berhak atas Rawapening, Provinsi atau Kabupaten.Yang penting sekarang bersama-sama menyelamatkan Rawapening dari tanaman gulma dan sedimentasi. Pemerintah sangat menaruh perhatian cukup besar untuk menyelamatkan sumber air abadi ini. Air, selain memiliki fungsi sosial, juga fungsi ekonomis. Bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan konflik kepentingan. Hal tersebut disampaikannya dalam acara pencanangan gerakan massal penanganan eceng gondok sekaligus peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2003. Acara yang berlangsung di Bukit Cinta, Banyubiru tersebut, dihadiri Bupati H Bambang Guritno, Ny Effi Mardiyanto, serta sekitar 2.000 tani nelayan Sidorukun. Melihat pertumbuhan gulma yang sangat pesat, Gubernur merasa prihatin.Untuk membantu membersihkan, Gubernur memberikan bantuan Rp 320 juta. Dia juga merencanakan akan memberikan bantuan alat berat untuk mengangkat gulma yang ada di tengah rawa. Asset Rawapening, lanjut Mardiyanto, merupakan asset yang sangat vital dan memberikan berbagai manfaat. Baik untuk listrik, pertanian, perikanan, pariwisata dan air baku.Selain itu Rawapening memiliki nilai sejarah dan cerita rakyat yang menarik. Sebelumnya, Bupati H Bambang Guritno dalam laporannya menyebutkan, tahun 2003 ini Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp 620 juta untuk rehabilitasi Rawapening, dengan ditambah bantuan Gubernur Rp 320 juta, tahun ini biaya memperbaiki ekosistem sudah mendekati Rp 1 miliar. Rawapening, bagi Kabupaten Semarang sangat penting, ribuan orang menumpukan hidupnya dari sumber alam ini. Sebelum acara dimulai, sekitar 230 penduduk asal dua dusun Rawagamar dan Kali Kasan, Rawaboni melakukan unjukrasa, didepan pintu masuk. Namun aspirasi mereka telah ditampung Bupati melalui Kepala Kantor Perlindungan Masyarakat Drs Y Bambang TH. Penduduk dua dusun tersebut saat sekarang merasa terganggu, karena tempat tinggal mereka tergenang air. Hal ini disebabkan karena pintu air di Tuntang tidak dibuka maksimal.Dua sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan SD sudah beberapa hari ini libur karena kebanjiran.(C17-76) |