
| Kamis, 20 Maret 2003 | Semarang & Sekitarnya |
20 Menit Sebelumnya Polisi PatroliPERAMPOKAN di Jalan Branjangan membuat aparat kepolisian sibuk. Puluhan polisi berpakaian preman dan dinas meluncur ke tempat kejadian beberapa menit setelah mendapat laporan. Beberapa di antaranya mencatat keterangan sejumlah saksi. Yang lain mengamati-amati situasi. Mereka pun sibuk berkoordinasi lewat handy talkie. Aksi yang dilakukan empat pria berboncengan dua motor Yamaha RX King itu tergolong berani. Tidak sedikit polisi yang hanya bisa geleng-geleng kepala. ''Padahal, 20 menit sebelumnya anggota saya menggelar operasi di dekat tempat kejadian,'' kata Kapolsek Semarang Utara AKP I Made Oka Purnomo. Diduga kuat para pelakunya sudah mempelajari atau mungkin juga sudah hafal situasi sekitar tempat kejadian. Mereka tampaknya juga sudah mengamati aktivitas Sudiyono yang kerap disuruh mengambil uang di bank. Beberapa buronan polisi dicurigai terlibat dibalik perampokan. Guna memastikan pelakunya, anggota Polsek Semarang Utara menunjukkan foto-foto perampok yang berhasil diidentifikasi kepada korban . Sayang, siang itu saat ditemui di rumah sakit, kondisi Sudiyono belum benar-benar pulih. Dia belum bisa melihat secara jelas wajah-wajah pelaku di dalam album foto. ''Mata saya masih berkunang-kunang,'' ujar Sudiyono yang masih terbaring di RS Panti Wilasa Jalan Citarum.
Kendati demikian, setelah kejadian itu aparat reserse sudah disebar ke tempat-tempat yang sering untuk mangkal penjahat. Mereka juga sudah mengawasi secara ketat setiap jalan ke luar Kota Semarang. Akan tetapi, empat perampok seperti ''menghilang''. Sejauh ini belum ada kepastian mereka masih di dalam kota atau sudah kabur ke lain kota. Aksi di Jalan Branjangan kemarin menambah daftar perampokan di Kota Semarang. Modus serupa kali terakhir terjadi Kamis (9/1) di Jalan Batan Selatan Nomor 10. Saat itu, kawanan perampok berpistol dan bercelurit yang juga berboncengan RX King menyatroni dealer mobil New Motor milik Indra Setyawan. Meski gagal merampas uang dan barang berharga lainnya, namun salah seorang pelaku sempat menembak kaki kanan Sunanto alias Neno (31) karyawan Santoso Motor yang sedang mengantarkan majikannya, Susi ke rumah Indra. Tas berisi uang Rp 67 juta hasil transaksi jual beli mobil luput dari incaran penjahat setelah dibuang Susi ke taman yang terletak di bagian belakang. Sebelumnya, secara beruntun empat kasus hampir serupa yang menelan kerugian puluhan juta rupiah terjadi di Jalan Indraprasta, Sabtu (4/1), dua perampokan di Jalan Papandayan, Minggu (5/1), dan di rumah Ristanto Setiawan Jalan Seroja. (D7,G3-76) |