logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 20 Maret 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Rekanan Masih Bisa Garap Proyek Dinas Pendidikan

SALATIGA - Para rekanan di Kota Salatiga boleh bernapas lega. Sebab, mereka masih dapat mengerjakan proyek-proyek Dinas Pendidikan Salatiga yang dananya berasal dari alokasi khusus (DAK). Sebab, proyek itu tak harus dikerjakan oleh komite sekolah. ''Proyek yang boleh dikerjakan komite sekolah hanya untuk proyek yang nilainya di bawah Rp 50 juta,'' kata Kepala DPU Kota Salatiga Ir Saryono kepada Suara Merdeka, Rabu (19/3).

Saryono mengatakan, penggunaan DAK di Dinas Pendidikan Salatiga lebih dari Rp 1 miliar. Menurut rencana, dana itu akan dibagi dalam beberapa jenis proyek. Mulai dari proyek pemeliharaan rutin misalnya pengecatan hingga pembangunan fisik baru.

Khusus pembangunan fisik baru yang nilainya di atas Rp 50 juta, pengerjaannya masih dipercayakan kepada rekanan. ''Pembangunan fisik baru itu kan memerlukan keahlian dan pengalaman, sehingga harus dikerjakan oleh rekanan. Sesuai dengan aturan, proyek yang dikerjakan komite sekolah di bawah Rp 50 juta,'' ucap Saryono.

Walaupun jumlah atau jenis proyek di wilayah Kota Salatiga cukup banyak, Saryono pesimistia semua rekanan di wilayahnya akan mendapatkan garapan semua. Sebab, seorang pemodal ada yang mempunyai lebih dari sebuah badan hukum.

''Kalau didasarkan pada jumlah pemiliknya, kemungkinan akan cukup. Namun kalau didasarkan pada jumlah rekanan atau badan hukum yang ada, tak mungkin cukup. Sebab, ada seorang yang mempunyai lebih dari sebuah rekanan,'' aku Saryono.

Selain akan mengerjakan proyek-proyek dari Dinas Pendidikan, para rekanan akan mengerjakan proyek dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan DPU. Khusus proyek DPU terdapat sekitar 40 macam. Semua dananya berasal dari APBD, dana alokasi umum (DAU), dan DAK.

Khusus proyek dari DPU, sekitar 70% dana yang disediakan atau sekitar Rp 7 miliar akan diprioritaskan untuk pembangunan jalan dan sistem drainase. Pemrioritasan ini sangat penting karena beberapa saluran air di Salatiga sudah tak berfungsi secara optimal, antara lain karena pipa PDAM. ''Banjirnya beberapa tempat di Salatiga sekarang, ya disebabkan sistem drainase yang kurang baik. Makanya, pada tahun anggaran ini harus diperbaiki,'' lanjut Saryono. (A2-73c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA