
| Kamis, 20 Maret 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Sebelas SD Direhab Dahului Anggaran
KENDAL- Sebanyak 11 bangunan sekolah dasar (SD) di wilayah Kendal, yang rusak akibat bencana alam, direncanakan dalam Maret ini mulai direnovasi dengan dana mendahului ketetapan anggaran. Total alokasi dana yang disalurkan Pemkab Kendal, guna pembangunan gedung-gedung SD tersebut, yakni sebesar Rp 2.894.336.000. Kesebelas SD itu adalah SDN 02 Kliris-Boja (Rp 377.139.000), SDN 02 Purwosari-Sukorejo (Rp 268 juta), SDN 02 Wonodadi-Plantungan (Rp 275 juta), SDN 02 Hardjodowo-Sukorejo (Rp 378.141.000), SDN Jerukgiling-Singorojo (218.976.000), SDN Sumberagung-Weleri (Rp 190 juta), SDN 01 Tanjungmojo-Kangkung (Rp 230.341.000), SDN 03 Plososari-Patean (Rp 300 juta), SDN 03 Tejorejo-Ringinarum (Rp 250 juta), SDN 06 Getas-Singorojo (Rp 357.107.000), dan SDN Petung-Pagerurung (Rp 49.632.000). ''Khusus untuk SDN 02 Harjodowo, kerusakan gedung bukan diakibatkan bencana alam. Namun karena dimuat berulangkali oleh Suara Merdeka , jadi sama saja dengan bencana, akhirnya SD tersebut pembangunannya diikutkan mendahului ketetapan. Gedung itu dibangun 1976, jadi wajar kalau sudah mengalami kerusakan,'' kata Kepala Dinas P dan K Kendal, Mulyadi SH MM di kantornya, Rabu (19/3). Seperti diberitakan (SM 14/1) akibat bangunan SDN 02 Harjodowo mengalami rusak berat dan rawan bahaya, proses belajar mengajar terganggu. Sebanyak 120 muridnya sejak 14 Oktober lalu terpaksa dipindahkan ke rumah-rumah warga di Dusun Jambangan, desa yang sama. Kondisi serupa juga dialami para murid di SDN 02 Purwosari, Sukorejo. ''Proses pembangunan, seperti pembuatan gambar bangunan sudah dimulai. Namun Dinas P dan K, hanya sebatas menangani pengajuan pembangunan, secara secara teknis pembangunan untuk lebih jelasnya tanyakan ke DPU,'' katanya. Ikut Mengawasi Secara terpisah, Kepala DPU Kendal, Samsu Hidayat ST MSi, ketika ditemui di kantornya menjelaskan pembangunan 11 SD akan dilakukan dalam waktu bersamaan. Adapun pembangunannya akan diserahkan kepada pihak ketiga. ''Pembangunan gedung-gedung SD tersebut sifatnya mendesak. Proses belajar mengajar terganggu, namun akan segera diatasi. Bulan ini (Maret-Red) akan dimulai pembangunannya. Saat ini DPU baru mengadakan penelitian untuk memilih sebelas pelaksana pembangunan,'' kata Samsu. Dia menandaskan, alokasi dana yang disalurkan untuk pembangunan masing-masing gedung SD sudah sesuai dengan tingkat kerusakan, karena pihaknya sudah melakukan survei lapangan sebelumnya. ''Warga setempat akan ikut dilibatkan. Mereka dapat bekerja di sana dan ikut mengawasi.'' (G15-73) |