logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 20 Maret 2003 Internasional  
Line

Thailand Susul Para Pekerjanya

BANGKOK - Pasukan Thailand kemarin berada dalam siaga penuh, untuk menghadapi kemungkinan serangan teroris berkaitan dengan perang di Irak. Sementara itu, rencana pengungsian pekerja Thailand di dekat zona perang, sedang dilakukan.

Kanok Aphiradi, dirut perusahaan penerbangan Thai Airways, mengatakan sebuah pesawat khusus dijadwalkan bertolak dari Bangkok untuk mengangkut pekerja Thailand di Kuwait yang ingin pulang.

Menteri Perburuhan Suwat Liptapanlop mengatakan 305 pekerja di Kuwait telah minta diungsikan, dan lebih banyak pesawat akan dilibatkan untuk mengangkut para pekerja lain Thai di Timur Tengah.

Angkatan Udara Kerajaan Thailand mengatakan pihaknya menyiapkan tiga pesawat angkut C-130 untuk melakukan evakuasi darurat para pekerja Thai, jika diperlukan. Di Bangkok, penjaga keamanan tambahan ditempatkan di kedubes-kedubes AS, Inggris, Israel, dan Irak.

Menteri Pertahanan Thammarak Isarankura mengatakan pasukannya berada dalam siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan serangan teror, berkaitan dengan konflik Irak.

"Kendati Thailand jauh dari medan tempur, kami bersiap-siap untuk mencegah kemungkinan serangan teror," katanya.

Thammarak mengatakan pemerintah tidak menerima permintaan dari AS untuk menggunakan pangkalan militer, kendati pesawat-pesawat tempur AS akan diizinkan singgah untuk mengisi bahana bakar minyak di negara itu.

"AS tidak pernah menekan Thailand untuk mendukung aksi militer mereka terhadap Irak," tambahnya. (ant-30)

Dokter Telah Identifikasi Virus Pneumonia

HONG KONG - Para dokter di Hong Kong telah membuat terobosan besar dalam mengidentifikasi virus pneumonia maut yang telah menewaskan sedikitnya 11 orang. Virus itu telah menyebar ke seluruh dunia.

Para pakar medis Hong Kong (HK) mengatakan, penemuan itu akan memudahkan diagnosis penyakit tersebut, dan membuka jalan bagi pengembangan vaksin.

Namun mereka menekankan, perlu lebih banyak penelitian laboratorium untuk memastikan virus apakah tersebut. Para ilmuwan tidak mengesampingkan, virus itu mungkin jenis baru.

"Dari bentuknya, virus itu berasal dari keluarga paramyxoviridae," kata John Tam, ahli virus di Universitas Cina, Hong Kong.

Meski gejala-gejalanya tampak sama, influensa bukan anggota dari keluarga virus tersebut, kata Lo Wing-lok, seorang pakar penyakit menular.

Badan-badan kesehatan telah lama menyiapkan diri menghadapi beberapa jenis flu baru, yang dikhawatirkan dapat mengulangi kedahsyatan pandemi 1918 yang menewaskan sekitar 20 juta orang.

Para ilmuwan telah bekerja sepanjang waktu untuk mengidentifikasi zat yang menyebabkan penyakit menular itu, yang menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia melalui para pelancong dari negara-negara Asia.

Sebagian besar kasus terjadi di Cina, HK, dan Vietnam. Namun kasus serupa juga terdeteksi di Australia, Inggris, Brunei, Kanada, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Sebagian besar penderita di HK dan Vietnam adalah para karyawan rumah sakit, termasuk dokter dan juru rawat. Mereka tertular ketika menangani pasien penyakit tersebut.

Para pejabat kesehatan di HK mengatakan kasus-kasus baru penyakit tersebut telah ditemukan di dua rumah sakit lagi, sehingga muncullah kekhawatiran bahwa penyakit itu secara lambat namun pasti menyebar ke penduduk HK yang jumlahnya hampir tujuh juta orang.

Seorang dokter Prancis berusia 66 tahun di Rumah Sakit Vietnam-Prancis, Hanoi, meninggal, kemarin pagi. Itu berarti dia orang kedua yang meninggal karena penyakit itu di Vietnam.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, seorang perawat meninggal karena virus tersebut. Hampir 60 orang berjuang untuk sembuh dari serangan penyakit itu di Hanoi.

Para pejabat kesehatan mengatakan dua orang yang dicurigai mengalami gejala-gejala pneumonia maut, yakni seorang warga Jepang dan seorang warga Amerika, kini dirawat di sebuah rumah sakit di Ho Chi Minh City. (rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA