
| Kamis, 20 Maret 2003 | Ekonomi |
PPAP II Pengaruhi Pasar Properti JatengSEMARANG-Kalangan pengembang di Jateng menyatakan, Program Penjualan Aset Properti (PPAP) tahap II yang saat ini gencar dilaksanakan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) akan memengaruhi pasar properti di Jateng. Masalahnya, harga dasar (baku) yang ditawarkan mereka menggunakan patokan harga lama pada saat dijaminkan. ''Saat itu belum krisis, sehingga harganya terhitung relatif rendah. Padahal sekarang ini harga jualnya sudah naik beberapa kali lipat berkait dengan inflasi serta kenaikan komponen properti lain,'' papar Wakil Sekretaris DPD Realestat Indonesia (REI) Jateng Ir Djoko Santoso dan Ketua Umum Djoko Slamet Utomo didampingi Sekretaris Sujadi di Kantor REI, kemarin. Namun Djoko belum bisa menyebutkan seberapa besar kerugian yang dialami pengembang Jateng. Yang jelas, para calon konsumen saat ini memilih menunggu proses PPAP untuk melakukan transaksi pembelian perumahan dari pengembang. ''Sebenarnya secara materi tidak rugi, tetapi ada kemungkinan peluang transaksi tertunda,'' ujarnya. Djoko menyebutkan, di Semarang aset properti yang ditawarkan mencapai 7,9% dari total nasional. Jumlah itu meliputi 15 unit rumah, sedangkan tanah 111 unit dengan pangsa 8,3% dari PPAP II. Meski demikian, lanjut dia, para pengembang sedikit merasa optimistis terutama berkaitan dengan makin banyaknya bank yang meluncurkan produk berupa paket kredit pemilikan rumah (KPR). Saat ini, sedikitnya 25 bank umum berlomba menawarkan produk KPR-nya. ''Kredit yang diberikan mulai Rp 20 juta hingga tak terbatas dengan plafon bunga saat ini rata-rata 22%. Adapun KPR bersubsidi dari pemerintah yang diberlakukan adalah subsidi bunga,'' jelasnya. Ketua Umum REI Jateng Djoko menyambut positif minat yang tinggi dari masyarakat terhadap PPAP II itu. Kondisi itu menunjukkan pasar properti mulai bangkit lagi. ''Meski cukup berpengaruh pada penjualan produk perumahan milik pengembang di sini, setidaknya ini memperlihatkan potensi pasar properti masih diminati,'' tandasnya. Menyambut kondisi pasar itu, REI Jateng akan menggelar pameran perumahan bertajuk ''Ekspo REI 2003'' mulai 28 Maret hingga 8 April di lantai dasar Mal Ciputra. Ekspo yang merupakan agenda rutin REI Jateng tersebut, kali ini akan diikuti sedikitnya 15 pengembang, delapan perusahaan pendukung perumahan, dan satu perguruan tinggi. Selain pameran, digelar jasa konsultasi perumahan, penyampaian program dari tiap pengembang atas produk terbaru, diskon, dan kunjungan ke lokasi.
Mengenai target transaksi pameran, Djoko Santoso sebagai Ketua Panitia Ekspo REI mengharapkan bisa lebih tinggi dari pelaksanaan sebelumnya yang mencatat transaksi Rp 11 miliar. ''Padahal saat itu kami cuma menargetkan Rp 5 miliar. Karena itu, kami yakin pelaksanaan kali ini transaksinya bisa lebih bagus,'' katanya. Dia merasa yakin pameran itu akan direspons konsumen Semarang dan sekitarnya. Pasalnya, saat ini kebutuhan akan kebutuhan perumahan meningkat.(G2-69k) |