
| Kamis, 20 Maret 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
Penarikan Sumbangan Pisang Aneh DihentikanMAJENANG-Penarikan sumbangan ke lokasi pisang berjantung enam milik Ny Sunaryo warga RT 2/RW 12 Desa Jenang Kecamatan Majenang mulai Rabu (19/3) dihentikan panitia pengelola dan pengurus RT setempat. Bentuk penghentian itu dengan mencopot semua papan petunjuk masuk ke lokasi dan mengambil kotak sumbangan pada pintu masuk. Selain itu, panitia juga membongkar pagar bambu berukuran 3X2 meter yang mengelilingi rumpun pisang berjumlah 12 batang tersebut. Tindakan itu dilakukan, menyusul adanya keluhan yang mempertanyakan adanya penarikan sumbangan termasuk keluhan pemilik. Lima papan petunjuk yang sebelumnya dipasang, yaitu sekitar Jl Sutomo (sebelah utara), Jl PLN (sebelah timur) maupun di beberapa gang lain kini dicabut. Empat kotak sumbangan yang dipasang pada empat pintu masuk pekarangan juga diambil. Kemudian dibongkar untuk diambil uangnya. Pembongkaran itu disaksikan pemilik pisang, pengurus RT dan beberapa panitia. Lokasi pekarangan kelihatan semrawut dan sampah berserakan. Ketua panitia Suprayogi kemarin menjelaskan, penghentian itu untuk merespons anggapan yang muncul, bahwa panitia dan RT mengkomersilkan keberadaan pisang ajaib. Langkah itu sekaligus menjawab kesalahpahaman dengan pemilik pisang. Dia mengatakan, uang yang terkumpul sekitar Rp 137.000 dan dibagi untuk kas RT, pemilik dan mengganti biaya operasional panitia. ''Saya juga menepis anggapan kalau hasil penarikan sumbangan itu hanya untuk kepentingan pribadi yang mengurusi. Perlu saya luruskan juga, bahwa maksud kita melakukan itu karena terdorong dari keinginan warga untuk menggali dana buat kepentingan umum,'' ungkap dia. Diserahkan Kecamatan Sekarang penarikan sumbangan itu dihentikan, jelas Yogi, pihaknya akan menyerahkan pengelolaannya kepada pihak kecamatan dan desa. Sebab, katanya, sampai kemarin masih banyak para pengunjung yang berdatangan. Selain karena penasaran juga karena gencarnya pemberitaan di media massa. Beberapa pengunjung dari Kecamatan Cipari kemarin juga sempat bertanya kepada SM di sekitar alun-alun Majenang, tentang lokasi pisang tersebut. Sebab, setelah beberapa kali mencari mereka tidak menemukan karena papan petunjuk sudah diambil panitia. Dari perbincangan yang berkembang, keanehan pisang tersebut menurut warga dianggap mengandung makna yang dalam. Kemunculannya sebagai pertanda peringatan dari Tuhan terhadap umat manusia. Yaitu, dari namanya adalah pisang Kepok yang diartikan manusia harus kapok/tobat. Enam jantung sebagai simbul rukun Iman ada enam yang kini jarang dijalankan manusia (umat Islam) . Jantung pisang itu pertama kali muncul juga pada bulan naik haji. Kemudian salah satu jantungnya sekarang menyerupai bunga matahari sebagai tanda sinar kehidupan. (yud-68) |