
| Kamis, 20 Maret 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Dukungan PAC Murni Aspirasi KaderBATANG- Perseteruan di tubuh PDI-P terus berkecamuk., menyusul adanya pernyataan dari PAC Batang, kini giliran DPC angkat bicara. Wakil Ketua Zaenudin SH dan Sekretaris Parwieto Ag mengemukakan, aksi yang dilakukan PAC Batang itu pengkhianatan terhadap partai. Dia menegaskan, dukungan PAC-PAC itu murni aspirasi kader. ''Logis bila mereka membela Bambang Bintoro SE. Seharusnya PAC Batang secara otomatis mendukung. Bintoro menjadi bupati. Sebab, itu adalah keputusan partai. Sebagai bukti, dia mendapat rekomendasi dan itu telah diperjuangkan oleh FPDI-P dengan terpilihnya sebagai bupati. Karena itu, dia heran mengapa PAC Batang tidak mengikuti 11 PAC lain. Sebaliknya, justru menentang garis partai. Dia mengungkapkan, apa sebenarnya yang diinginkan PAC Batang sehingga sampai keluar dari garis dan kebijakan partai. Lebih dari itu, sampai menentang Ketua DPC. ''Bambang Bintoro dikukuhkan sebagai Ketua DPC dan sudah legitimasi. Dia pun memperoleh SK dari Bu Mega selaku Ketua Umum DPP. Sekarang mendapat kepercayaan menjadi Bupati, seharusnya kan didukung. Bukannya malah diturunkan, karena itu apa yang dilakukan PAC PDI-P Batang benar-benar menyakitkan partai dan kader,'' jelas Ketua FPDI-P. Kalaupun Bambang Bintoro SE melakukan kesalahan harus dibuktikan dengan bukti-bukti kuat. Karena itu, jangan asal menuduh dan lebih-lebih yang menjurus ke fitnah. Sementara itu Zaenudin SH menekankan, 11 PAC solid untuk tetap memberikan dukungan kepada Bambang Bintoro sebagai bupati. ''Keputusan 11 PAC itu sudah wajar dan harus dilakukan. DPD dan DPP pun siap mengamankannya, kami di FPDI-P pun akan selalu bersama-sama mengantarkannya sampai akhir masa jabatan. Mengapa? Karena Bambang Bintoro SE sebagai ketua DPC merupakan wakil Bu Mega di Kabupaten Batang untuk mengurusi PDI-P.'' (ar-20j) |