logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 8 Maret 2003 Sala  
Line

TERAS

Setahun Jarang Hujan

KEMUNCULAN dua versi penetapan 1 Sura Tahun Be 1936, berdampak menyulitkan ramalan cuaca dalam setahun mendatang, manakala mengacu pada perhitungan pola kejawen.

Demikian dikemukakan pakar budayawan Jawa, AK Djaelani, yang juga Sekretaris Persatuan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Wonogiri, Jumat (7/3).

Penetapan Rabu Kliwon (5/3), sebagai 1 Sura, itu menganut model petung Asopon (Alip Selasa Pon) versi Sultan Agung Hanyakrakusuma. Djaelani, guru kursus pranatacara pamedar sabda (protokol dan pidato berbahasa Jawa) di tiga kabupaten, yakni Wonogiri, Sragen (Jateng) dan Ngawi (Jatim), mengatakan, di luar Asopon, masih ada perhitungan versi Aboge (Alip Rabu Wage). Yang menurut Aboge, 1 Sura jatuh pada Kamis Legi (6/3).

Untuk memahami penetapan 1 Sura dengan ramalan cuaca versi perhitungan kejawen dalam setahun mendatang, berikut wawancara Suara Merdeka dengan AK Djaelani

Mana yang betul di antara dua hari itu?

Dua-duanya betul. Artinya, kalau perhitungan versi Asopon, 1 Sura jatuh pada Rabu Kliwon, dan versi Aboge jatuh pada hari Kamis Legi. Tentang tanggal merah kalender hari Selasa, itu adalah tanggal 1 Muharam 1424. Yang kemudian oleh kebijaksanaan pemerintah, libur nasional tahun baru Hijrah dimajukan pada hari Senin (3/3).

Kalau dua-duanya betul, mana yang kemudian dipakai patokan ?

Ini memang agak merepotkan. Padahal, untuk meramal cuaca setahun mendatang versi kejawen, harus berpatokan pada hari jatuhnya 1 Sura. Lain halnya dengan tahun lalu, 1 Sura Tahun Dal 1935 kemarin, jelas jatuh pada hari Jumat. Sehingga ramalan cuaca dalam satu tahun, menyatakan, Sukra Mangkara. Maknanya, Sukra (Jumat) Mangkara (udang). Yakni tahun udang. Selaras dengan sifat udang yang suka meloncat-loncat, maka dalam kurun waktu setahun itu, karakter hujannya pun akan melompat-lompat dan bersifat setempat-setempat.

Bagaimana ramalan untuk tahun ini ?

Begini, kalau kita mengacu 1 Sura jatuh hari Rabu sebagaimana dianut Keraton Surakarta, ramalan cuaca untuk setahun mendatang berkarakter Buda Maesa. Buda (Rabu) Maesa (kerbau).

Tegasnya adalah tahun kerbau. Sifat hujannya daweg (tidak teratur) dan cenderung jarang hujan, dampaknya kurang baik untuk tanaman padi. Tetapi cocok untuk bertanam tembakau dan palawija.

Lain halnya kalau 1 Sura diyakini jatuh pada hari Kamis Legi sebagaimana versi Aboge. Itu akan memberikan karakter Respati Mintuna.

Artinya, Respati (Kamis) Mintuna (ikan yang selalu bermesraan). Maknanya, dalam kurun waktu setahun mendatang, akan memberikan daya kemesraan, banyak hujan tapi tidak sampai melimpah. Sangat baik untuk bertanam padi, tembakau maupun palawija.(Bambang Pur-78)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA