logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 Maret 2003 Ragam  
Line

Binatang Laut Bulu Babi Dapat Tekan Kolesterol

BINATANG laut, Bulu Babi, dari klas Echinodermata merupakan salah satu klas binatang laut yang belum begitu dikenal oleh masyarakat umum. Hanya sebagian orang yang mengenalnya terutama pada negara yang masyarakatnya suka mengonsumsi hasil laut untuk memenuhi kebutuhan makannya. Atau hanya dikenal pada masyarakat atau komunitas nelayan saja.

Namun bagi negara maju yang telah menerapkan pola makan dengan memperhatikan kandungan nilai gizinya, Bulu Babi merupakan salah satu makanan yang mempunyai nilai gizi cukup tinggi dan mempunyai kandungan asam amino cukup lengkap, sebagai pemacu pertumbuhan dan kesehatan manusia.

Masyarakat Jepang, Korea, Amerika, Meksiko, Eropa dan China merupakan konsumen komoditi binatang laut itu dan Jepang merupakan yang terbesar di dunia.

Tingkat pemanfaatan dan ekspor Bulu Babi negara tersebut jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Indonesia.

Keadaan fisik Bulu Babi berbentuk bulat dengan ditumbuhi bulu-bulu keras atau duri-duri. Duri tersebut ada yang panjang dan ada yang pendek tergantung dari jenisnya. Tapi yang jelas duri tersebut dapat menusuk apabila tersentuh oleh tubuh manusia.

Pemanfaatan binatang laut itu untuk konsumsi dengan mengambil gonadnya. Gonad yang baik mempunyai warna orange hingga kuning cerah dan mempunyai aroma khas hampir mirip seperti aroma rumput laut.

Orang Jepang sering kali mengonsumsi gonad Bulu Babi dalam keadaan segar yang biasa disajikan sebagai sushi, hidangan khas masyarakat Jepang. Sedangkan yang diolah melalui proses penggaraman dan fermentasi menyerupai bentuk pasta sering disebut neriuni. Dan jenis makanan tersebut termasuk makanan yang relatif mahal.

Gonad Bulu Babi berdasarkan hasil penelitian mengandung 13 jenis asam amino. Delapan asam animo esensial (lisin, metionin, treonin, valin, arginin, histidin, triptopan dan fenilalanin). Sedang lima asam amino non esensial (serin, sistein, asam aspartat, asam glutamat dan glisin).

Dari sekian kandungan asam amino tersebut ada dua jenis yaitu arginin dan histidin yang cukup penting untuk pertumbuhan anak. Selain itu Bulu Babi juga mengandung asam lemak tak jenuh Omega 3 yang berkasiat untuk menurunkan kandungan kolesterol yang bersarang dalam tubuh manusia.

Kolesterol inilah yang merupakan momok bagi banyak manusia karena dapat menyebabkan pengerakkan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung.

Bulu Babi juga kaya kandungan vitamin A, vitamin B kompleks dan mineral yang dapat memperlancar fungsi sistem saraf dan metabolisme tubuh manusia.

Hasil analisis nilai gizi gonad Bulu Babi dapat dilihat pada table di bawah ini :

Pengembangan

Di perairan Indonesia, cukup banyak yang berpotensi menghasilkan Bulu Babi. Habitat Bulu Babi ini banyak terdapat pada perairan intertidal (daerah pasang surut). Bulu Babi termasuk grazer yaitu sebagai herbivor atau pemakan tanaman laut sebangsa algae atau padang lamun.

Di Nusa Tenggara Barat dan Timur (NTB dan NTT) Bulu babi telah biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat sebagai hidangan makanan.

Bahkan ada semacam mitos masyarakat setempat bahwa Bulu Babi dapat menambahkan kejantanan pada kaum pria.

Daerah yang memiliki potensi cukup banyak selain di NTB dan NTT yaitu di Perairan Pulau Seribu (Pulau Pari, Pulau Tikus), Sulawesi Selatan (Kep. Batang Bone, Batang Lompo), Bali (Gondol, Benoa, Sanur), Sumatera (Pulau Kubur) dan beberapa daerah lagi yang belum tergali.

Ada beberapa jenis Bulu Babi yang diminati konsumen yaitu Strongylancetrotus internodus, S purpuratus, S. pulcherimus, S. franciscanus, Pseudoletia masclata, Anthocidarus crassipina. Pesudocentrotus depressus, Temmapleurus lorenmaticus. Mespilia globules, Tolopeneustus pilcolus. Colobacatrotus mertensli, dan Tripneustes gratilla.

Pada masa sekarang ini Bulu Babi masih sedikit yang di ekspor ke luar Negeri. Masyarakat setempat masih menganggap binatang tersebut kurang ada manfaatnya. Kalau toh pun ada baru sebatas untuk hidangan makanan sehari-hari yang belum mempunyai nilai ekonomi tinggi. (Cahyo Saparinto-35)

Jenis Analisis Gonad

Kering Mentah (100 g)

Protein 39,18 g

Lemak 8,7 g

Karbohidrat 38,57 g

Kadar abu 8,2 g

Fosfor 596 mg

Kalsium 776 mg

Karoten total 57,6 mg

Vitamin A 3,349 SI

Vitamin B 0,08 mg

Kandungan Air 5,35 g


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA