logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 5 Februari 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Seorang Anak Paksa Intimi Ibu Kandung

KEBUMEN - Seorang remaja, Doki Budiman (26), asal Desa Ungaran RT 1 RW 6 Kecamatan Kutowinangun, kini diamankan Polres Kebumen. Atas pengakuan sang ibu, tersangka telah memaksa berbuat intim selama setahun terakhir ini.

Kasus penyimpangan seks hubungan sedarah (incest) itu terbongkar setelah sang ibu, Ny Ng (36), tak kuat menahan penderitaannya. Lebih memilukan lagi, wanita yang memiliki enam anak masih kecil itu kini dalam kondisi buta, sedangkan suaminya telah meninggalkannya. Namun dalam posisi lemah itu, sang ibu mengaku telah beberapa kali dipaksa melayani nafsu anaknya, disertai ancaman senjata tajam maupun penganiayaan. Tiap meminta jatah, si anak terlebih dahulu marah-marah dan menganiaya ibunya.

Si ibu lalu melapor ke Kades Ungaran Imam Hadi Sumitro (55). Kades berkoordinasi dengan Polsek yang meneruskan laporan ke Polres. Sejak Sabtu pekan lalu, tersangka yang jebolan SLTP itu diciduk Satserse Polres, dan kini meringkuk di tahanan Mapolres. ''Pengakuan tersangka dan korban, hubungan itu sudah berlangsung sejak Lebaran setahun lalu. Kini tersangka kami jerat pasal perkosaan disertai ancaman,'' jelas Kapolres AKBP Drs Prasta Wahyu Hidayat SH didampingi Kasatserse AKP Muh Suryo Saputro, kemarin.

Kejiwaan

Menurut Kasatserse AKP Muh Suryo, atas dasar pengakuan di depan penyidik, tersangka mengaku sudah lama tak bertemu ibunya. Bahkan si anak itu sejak kecil ikut neneknya, Ny Ngadinah (70), sedangkan ibunya merantau ke Jakarta.

Namun sejak setahun lalu Ny Ng yang mulai sakit-sakitan pulang ke rumah. Sehari setelah ibunya pulang itu tersangka bertemu ibunya. Dan sejak itu agaknya mulai terjadi kasus hubungan sedarah.

Kasatserse menyatakan, dari pengakuan tersangka, memang seperti tidak wajar. Misalnya, Doki mengaku sejak awal sudah mencintai ibunya dan menganggap Ny Ng adalah juga istrinya. Karena itu, Polres dalam pekan ini berencana membawa tersangka ke Bagian Psikiolog Polda Jateng. Keterangan itu penting guna memastikan apakah tersangka selama ini normal-normal saja atau memang memiliki masalah kejiwaan.

Di sisi lain, menurut Kades Ungaran Kutowinangun Imam Hadi Sumitro, sejak tersangka diamankan polisi, kini muncul persoalan baru, sebab justru nenek tersangka ikut berulah. Wanita itu mengancam kades maupun ibu kandung Doki, jika anak tersebut dibawa polisi dan tak segera pulang, ia akan nekat bunuh diri.

Di sisi lain, Kades merasa iba dengan kondisi korban yang saat ini sudah ditinggal suaminya. Padahal wanita itu harus menanggung lima anak yang masih kecil, sedangkan kondisi Ny Ng sudah buta dan hidup dari belas kasihan warga. ''Saya berharap ada pihak-pihak yang peduli dengan korban dan mau memikirkan masa depan anak-anaknya,'' ucap kades saat ditemui di Kantor Desa Ungaran, kemarin.

Menghadapi ancaman nenek tersangka yang akan nekat bunuh diri, Kasatserse menyatakan, secara hukum tidak memengaruhi proses penyidikan. Akan tetapi, sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, polisi memahami dan meminta Kades dan perangkat bisa menyadarkan serta memberi pengertian kepada nenek tersebut. (B3-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA