
| Selasa, 4 Februari 2003 | Surat Pembaca |
Presiden/Wakil Presiden Turun?Demo terjadi di mana-mana menapak tahun baru 2003 dilakukan gabungan mahasiswa berbagai perguruan tinggi, serikat pekerja/buruh baik BUMN maupun swasta bahkan turut serta juga berbagai parpol. Menko Polkam dan Menhankam mensinyalir ada kelompok/golongan radikal yang bergabung dalam berbagai demo tersebut. Katanya, tujuannya untuk menjatuhkan Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamzah Haz. Apakah hal tersebut memang diperlukan atau karena emosi kelompok/golongan yang berlebihan. Mungkinkah golongan tersebut ingin jadi pemimpin menggantikan posisi Presiden/Wakil Presiden ?. Hal tersebut tidak semudah yang diperkirakan. Karena siapa yang mampu mengendalikan keadaan sampai menjadi normal kembali dalam waktu hanya satu tahun sampai Pemilu 2004. Situasi pemerintahan mungkin akan makin semrawut. Negara menjadi makin kritis. Selanjutnya akan benar-benar siapkah Pemilu 2004 atau haruskah dengan revolusi sosial dulu. Karenanya, berilah kesempatan kepada Presiden/Wakil Presiden untuk mempertimbangkan dan meninjau kembali keputusannya supaya tidak terlalu memberatkan masyarakat banyak. Hanya konsekuensinya bila tidak berhasil, maka dalam Pemilu 2004 kita tidak akan memilih lagi Bu Mega dan Pak Hamzah Haz menjadi RI-1 dan RI-2 lagi. H Pramoe Soetomo *** Golden SelularSaya membeli HP Sony Ericsson R-600 (kopi terlampir) awal Agustus lalu. Selang 10 hari membeli lagi T-200 di toko yang sama (Goldensel) keduanya kondisi baru dan bergaransi. Empat bulan berikutnya HP T-200 mati dan saya bawa ke Service Center Ericsson di Citra Mall Lantai Dasar 23 Semarang. Setelah diperiksa ternyata HP pernah di-service pihak lain. Disarankan HP dibawa ke Goldensel. Karyawan Goldensel berjanji akan mengganti, tetapi kebetulan barangnya kosong. Awal Januari kabarnya HP di-service Trikom Surabaya, namun setelah saya konfirmasi ternyata dikirim ke Roxy Jakarta dan garansi saya gugur. Bila mau tetap di-service kena biaya Rp 50.000. Saya disarankan Golden menghubungi Trikom dan memperoleh jawaban HP harus ganti mesin baru dengan biaya Rp 1 juta. Pertanyaan saya, apakah benar di Citra Mall Lantai Dasar 23, bukan service resmi dari Sony Ericsson. Kalau garansi tidak gugur seperti yang dikatakan pemilik toko Sdr Beny, kenapa tidak di-service di sana. Mohon kearifan Sdr Beny dalam kasus ini. S Riyadi (Aditya) *** Beternak SapiYayasan Syukur Nikmat kami dirikan tahun 1999, mengemban misi sosial antara lain menyekolahkan ratusan anak dari SD sampai perguruan tinggi, melakukan tebar benih ikan dan tanaman buah setiap awal musim penghujan. Kegiatan ini sudah berlangsung tiga tahun dengan menanam ribuan pohon buah durian, rambutan, pete dan sebagainya. Untuk tebar benih ikan dilakukan di empang-empang masyarakat di kampung kami, sekaligus mempertahankan tandon air dan mengatasi banjir yang berlangsung satu tahun. Mempelopori kegiatan ternak bergulir berupa sapi dan kambing dengan cara menggaduhkan. Anak hasil gaduhan ternak setelah selesai masa menyusu, induknya digulirkan kepada keluarga lain dan seterusnya. Untuk menunjang kegiatan tersebut, kami membuka Divisi Usaha Ternak Sapi dan berkat ternak sapi itulah kami bisa melakukan semua kegiatan sosial. Cukup dengan 10-25 ekor sapi, 1-2 tenaga kerja, lahan hijauan serta pakan suplemen kami bisa meraih keuntungan. Karena keberhasilan itu kami bermitra dengan Iptekda-LIPI menggelar program sosialisasi teknologi ternak sapi, sekaligus menjadi suplier sapi jenis PO ke seluruh Jawa. Siapa saja yang berminat kami siap membantu. Mas'ad Kholid, M Si *** Penodong Angkota Johar-TlogosariSaya mahasiswi perguruan tinggi swasta Semarang, 15 Januari pukul 20.15 WIB saat pulang kuliah menjadi korban penodongan oleh empat orang bersenjata golok saat naik angkota jurusan Johar-Tlogosari. Saya naik dari depan Kantor Pajak sendirian, lalu 4 orang naik dari depan Kantor Samsat lama/Dipenda dan tidak lama kemudian 3 penumpang lain juga naik. Setelah perjalanan sampai di depan Kantor Perhutani Jl Dr Cipto, golok ditodongkan ke leher saya, mulut dibungkam sambil mengancam. Saya ketakutan tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya dengan paksa penodong merampas kalung dan cincin berlian. Sopir dan penumpang lain tidak ada yang bereaksi menolong mungkin karena takut. Padahal mereka tahu saya dan penumpang wanita lain dikerjain. Pesan untuk para penumpang, berhati-hatilah jika naik angkutan di malam hari, khususnya di daerah antara Johar sampai perempatan Milo. Tisna *** Di Mana Alamat Hj Umi HaniekBeberapa waktu lalu Suara Merdeka memuat tulisan tentang Ibu Hj Umi Haniek (asal Jepara atau Rembang) yang pernah menjadi juara tingkat nasional, membangun pondok Tahfizdul Quran. Beliau menerima santri serta membebaskan segala kebutuhannya. Kami sangat membutuhkan uluran tangan beliau. Mohon siapa pun yang mengetahui alamat serta nomor telepon beliau, dapat menginformasikan kepada kami. Yusri Massa *** Imigrasi Semarang MengecewakanSebagai rakyat yang rindu janji pemimpin yang ingin memberantas KKN rasanya hingga saat ini masih sekadar guyonan. Pengalaman waktu ngurus paspor di kantor Imigrasi Semarang. Ternyata kok masih ada harga ada rupa. Artinya ada harga biasa dan harga kilat. Padahal berapa ratus sehari orang yang mengurus paspor, lalu berapa ratus juta rupiah setiap bulannya? Saya sadar uang terima kasih itu pasti ada, wong namanya ditolong tapi kalau sudah ngarani wah amit-amit. Maka dengan adanya pembukaan kantor cabang Imigrasi di daerah-daerah sangat membantu yang tinggal di luar kota. Namun apa KKN nya bisa ditekan lebih-lebih dihapus. Sebagai bagian dari milik bangsa ini saya hanya bisa menggerutu bagaimana kalau mereka pensiun. Kepada pihak yang merasa dirugikan bukan maksud kami mencemarkan namun semata-mata hanya mengingatkan bukankah besok itu ada pertanggungjawabkan dan kasihan anak dan generasi kita mendatang. Mohammad Sugito |