logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 Februari 2003 Sala  
Line

Tak Tahu yang Bakar Poster Megawati

MANAHAN - Anton Wiyono alias Kostrad (28), warga Tipes, Serengan Solo mengaku dipukuli polisi ketika ditangkap. Ketika rumahnya didatangi sejumlah polisi Sabtu lalu (1/3), dia dikira bernama Sutarto alias Totok.

''Hanya karena nama itu tidak sesuai dengan nama saya, polisi memaksa saya mengaku. Karena saya membantah, beberapa kali polisi memukul perut saya,'' katanya.

''Setelah mengetahui saya bukan Totok, polisi memaksa saya menunjukkan tempat tinggal Totok.''

Dia, yang akhirnya ditangkap bersama Totok, ketika diperiksa sering diperlakukan secara tidak manusiawi. ''Saya tidak terima atas perlakuan ini. Karena itu saya akan mengajukan perkara ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Hal ini sudah saya sampaikan rekan-rekan lain yang bergabung dalam APRS.''

Meski mengaku ikut aksi menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan telepon bersama Aliansi Peduli Rakyat Surakarta (APRS) Senin (20/1) lalu, dia mengaku tidak membakar poster Megawati dan Hamzah Haz.

Dia menyebut sejumlah nama orang yang ikut dalam lingkaran sebelum pembakaran poster, antara lain Totok, Faizin, dan Adi Sumarno.

Dia mengatakan, Totoklah yang membakar poster Hamzah Haz. ''Namun saya tidak mengetahui siapa yang membakar poster Megawati.'' (G11-42e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA