
| Selasa, 4 Februari 2003 | Sala |
Anggaran Belanja Wonogiri Diperkirakan Defisit Rp 10 MWONOGIRI- Pembahasan APBD Wonogiri 2003 dalam rapat panitia anggaran, Senin kemarin memanas. Hal itu menyusul diketahuinya bakal ada defisit anggaran belanja yang diperkirakan Rp 10 miliar. Kabag Humas Pemkab Wonogiri Drs Bambang Eko Sarwono MM yang ditemui pada waktu rehat rapat panitia anggaran mengemukakan, jumlah anggaran pendapatannya naik karena banyak usulan penggunaan anggaran, sehingga ada estimasi bakal defisit Rp 10 miliar. ''Karena itu perlu pencermatan ulang dan penghitungan kembali pos-pos penggunaan anggaran yang pernah diusulkan.'' Sebagaimana pernah dilaporkan Bupati H Begug Poernomosidi SH, pendapatan daerah pada APBD 2003 direncanakan Rp 389,473 miliar lebih. Jumlah ini meningkat Rp 96,113 miliar atau 32,76% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ''Bila sekarang diperkirakan bakal defisit anggaran Rp 10 miliar, hal itu lantaran banyak aspirasi dan usulan yang perlu disikapi Dewan,'' ujar Wakil Ketua Komisi C Muhamad Zainudin SSos. Untuk menghindari defisit anggaran, Ketua Komisi B Sugiarto mendesak agar dikaji ulang dan efisiensi yang mengacu pada prioritas penggunaan anggaran. ''Usulan anggaran yang bersifat tak mendesak dan tidak penting harus ditunda lebih dulu,'' ungkapnya. Lapangan Tenis Sementara itu, rapat dalam suasana memanas tatkala panitia anggaran mencermati plot anggaran demi anggaran. Termasuk pada pos anggaran bantuan pembangunan lapangan tenis di Kecamatan Ngadirojo Rp 20 juta. Ketua Komisi A Martanto SH mengingatkan, keberadaan lapangan tenis hanya bermanfaat bagi segelintir orang. ''Marilah kita berpikir rasional, dengan tetap berorientasi memikirkan nasib rakyat banyak dan bukannya hanya mementingkan segolongan elite rakyat mampu yang bertenis saja. Tolong, karena terancam defisit anggaran, maka yang sekiranya ada yang dapat ditunda, sebaiknya ditunda dulu.'' Namun pendapat itu memancing argumentasi keras Zainudin, anggota Dewan, yang merasa mengusulkan dana bantuan pembangunan untuk lapangan tenis. ''Bila hal itu dianggap membebani APBD, maka sebaiknya ditiadakan saja dan biarkanlah lapangan tenis yang belum jadi itu terbengkalai.''(P27-14j) |