logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 Februari 2003 Sala  
Line

Pembakar Poster Hamzah Haz Ditangkap

  • Ada yang Teridentifikasi Mahasiswa

MANAHAN- Upaya polisi mengungkap pembakar poster Megawati dan Hamzah Haz menemukan titik terang. Setelah dua pekan memeriksa sejumlah saksi, Sabtu (1/3) pukul 15.15 polisi menangkap Sutarto alias Totok (33), warga Tipes, Serengan, Solo. Polisi bertindak setelah mendapat bukti awal cukup meyakinkan.

Tersangka Totok yang tertangkap empat hari lalu itu adalah aktivis Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK) dan baru ditetapkan status penahanannya Senin (3/2) kemarin setelah dijadikan saksi.

Wakapolresta Komisaris Polisi Drs Setiyono menyatakan Totok saat ini dijadikan tersangka pembakar poster Wakil Presiden Hamzah Haz. ''Pembakar poster Megawati Soekarnoputri hingga kini masih kami kejar,'' kata dia.

Sejumlah orang dicurigai sebagai pembakar poster Presiden. Ada yang teridentifikasi sebagai mahasiswa.

Namun dia keberatan menyebut nama mereka. Dengan alasan, untuk pengusutan lebih lanjut.

Setelah menangkap Totok dan memeriksa sejumlah saksi, polisi juga mendapat tersangka lain. Yakni, mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Solo, Faizin.

''Faizinlah yang menyediakan poster. Namun dia belum kami tahan.''

Wakapolresta tak membantah bahwa Faizin yang akan dipanggil Rabu (5/3) besok sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

''Kalau dia sudah terbukti sebagai tersangka, polisi tak perlu lagi melayangkan panggilan kali kedua. Jika dia tidak menyerahkan diri upaya paksa akan kami lakukan,'' kata dia, kemarin.

Protes Penangkapan

Sebelum Totok ditangkap, polisi yang mengantongi sejumlah nama dari kelompok Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK) lebih dahulu menangkap Anton Wiyono alias Kostrad (29) di Tipes, Serengan.

Berdasar keterangan Kostrad, tim khusus intel dan reserse Polresta menangkap Totok. Upaya polisi mengejar pembakar simbol negara di depan kampus UNS, Senin (20/1) lalu, itu berlanjut.

Sindhu Topo (27) yang dicurigai sebagai pelaku ditangkap di rumah kontrakannya di Cemani, Grogol, Sukoharjo.

Namun penangkapan ketiga anggota GPK itu diprotes sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Rakyat Surakarta (APRS).

Untuk mengetahui kepastian penangkapan aktivis GPK, kemarin para wakil APRS mendatangi Polresta. Mereka menilai penangkapan Sindhu dan Kostrad diwarnai kekerasan.

''Dalam penangkapan itu keduanya mendapat perlakuan kurang manusiawi. Beberapa kali mereka dipukul,'' ujar Ketua PRD Zainal Muttaqim. (san,D11-42g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA